Semalam Nadin tidak menyadari bahwa ia tertidur di kantor Ardhan. Semalam Ardhan menggedongnya ke mobil dan mengantarnya pulang kerumahnya kebetulan dia bertemu Kayla yang berada di cafe. Kayla lalu memberikan informasi mengenai rumah Nadin.
Pagi hari Nadin terbangun rasa nya sangat segar dan fit, “aku merasa sangat bahagia.” Ucapnya di kamarnya itu. Kebetulan Nadin tinggal sendiri orang tuanya sedari dia kecil sibuk sama urusannya masing-masing disini Nadin hanya dikirimkan uang berobat setiap harinya. Tanpa kehadiran sosok orang tuanya.
Nadin bersiap-siap menuju cafe untuk melayani pelanggan-pelanggan tersayang nya di heaven. Setelah lama bekerja dari luar jendela Nadin melihat ada sebuah mobil yang mendatangkan seorang wanita cantik putih tinggi bak model.
“Ah mungkin itu clien kantor mereka.” Nadin bergumam. Sambil meracik kopi buatannya untuk ia antar ke Ardhan. Langkah demi langkah menuju kantor Ardhan sampailah di depan ruangan Ardhan.
“HA baru kali ini aku melihat seorang wanita selain aku diruangan Ardhan di pagi ini biasanya hanya aku yang selalu menganggunya.” Gumam Nadin sibuk didepan ruangan Ardhan.
Dia langsung membuka pintu dan ya tidak ada yang peduli terhadap kedatangannya termasuk Ardhan .dari tempat Nadin berdiri sekarang ia melihat tatapan yang dalam seperti ada rasa marah,benci dan rindu jadi satu.
“Kenapa tatapan Ardhan sangat berbeda jika terhadapku,siapa perempuan ini.” Dalam hatinya banyak pertanyaan yang muncul.
“Oh mau antar kopi ya, saya juga tolong buatin 1 lagi.” Ucap Renata perempuan yang berhasil merobohkan benteng yang di bangun Ardhan dalam dirinya.