Apakah ini takdirku

ndy.rhma
Chapter #5

BAB 5 JAUHI ARDHAN

Pagi menuju siang ini sekitar jam 11.00,seseorang membuka pintu cafe heaven milik Nadin, ya ternyata seseorang yang tidak pernah dia harapkan kehadirannya.

 “Gue mau kopi 1 tolong antarkan, ya NADIN.” Dengan Nadin tekanan dan judes terhadap Nadin,padahal cafe ini milik Nadin, dia berhak berbuat apa saja termasuk mengusir Renata.

 Tapi Nadin enggan melakukan hal itu dia memilih mengikuti perkataan Nadin, karena menurutnya semua pelanggan adalah raja dia tidak boleh pilih kasih.

 “Baik tunggu ya Renata saya buatkan.” Balas Nadin dengan lemah lembut. Tidak ada yang bisa mengalahkan ketulusan Nadin di dunia ini.

 Setelah kopinya selesai Nadin mengantarkannya kepada Renata, tetapi Renata malah menarik tangan Nadin dan berkata “DUDUK! Gue mau bicara 4 mata sama lo.” Ucap Renata dengan kasar.

 “Gue mau lo jauhin Ardhan dia itu ngak suka sama lo, dan yang ada di hati Ardhan itu cuman gue.” Lanjut Renata, tanpa mendengar apapun dari Nadin.

 Nadin hanya diam mendengar ocehan yang di keluarkan oleh Renata “kali ini aku mau egois, aku mau Ardhan ngak ada yang boleh ganggu hubungan aku dan Ardhan.” Ucap Nadin yang saat ini terlihat serius.

 Tangan Nadin mulai sedikit gemetaran karena stres batin tersembunyi yang memicu lupusnya. Tetapi ia berusaha menyembunyikan tangannya itu saat berbicara dengan Renata.

 Dari jauh ternyata ada Ardhan yang melihat pertemuan mereka. Fyi cafe heaven benar-benar nuansanya bisa dibilang kaca jadi wajar saja kalau seseorang sangat terlihat jika berada didalam. Ardhan mencoba menelaah gerak-gerik mereka.

 Tiba-tiba saja “PLAK!” Sebuah tamparan melayang ke pipi kanan Nadin. Rasanya sangat sakit, ingin rasanya Nadin menangis saat ini juga tapi dia berusaha tegar dia harus kuat.

Lihat selengkapnya