Apakah ini takdirku

ndy.rhma
Chapter #7

BAB 7 SUDAH CUKUP ARDHAN

Hari ini Nadin duduk di meja cafenya dan menikmat coklat hangat, walaupun di otaknya memutar banyak kata-kata yang memusingkan.

 Matahari di hari ini sangat cerah tapi tidak begitu panas. Tiba tiba saja cahaya dari jendela tersebut terhalang oleh seseorang ,ya Ardhan ternyata.

 “Kamu lagi apa?” Tanya Ardhan dengan lembut. Sifat Ardhan berubah semenjak kejadian dengan Renata waktu itu. Dia sudah mulai baik kepada Nadin.

 Nadin tidak tau apakah rasa Ardhan terhadapnya karena rasa bersalah, atau benar benar murni karena hatinya sudah terbuka terhadap kehadiran Nadin.

 “Ngak lagi apa-apa cuman liat pemandangan aja.” Jawab Nadin,seperti biasa dia tersenyum dengan senyuman yang tulus itu.

 “Ada apa tumben kesini, padahal sebentar aku kan mau ke kantor kamu,” lanjut Nadin sambil memandang Ardhan yang sudah duduk di depannya.

 “Tadi aku liat kamu dari jendela, kamu kaya banyak pikiran, jadi aku datang mungkin ada yang mau kamu bagi dengan ku.” Jawab Ardhan, dengan wajah yang datar tapi membuat Nadin semakin menyukainya karena perhatiannya itu.

 “Ngak ada kok, aku cuman santai aja disini.” Jawab Nadin sambil menghela napas dan melihat kearah jendela. 

 Ardhan yang memperhatikannya beberapa menit ini, merasa bahwa Nadin memiliki masalah yang tidak dapat ia katakan, tapi Ardhan juga tidak ingin memaksanya secara siapa Ardhan, dia hanya orang yang baru dalam hidup Nadin. Dia tidak berhak mengulik kehidupan nadin.

Lihat selengkapnya