Apakah Kau Rumah?

Oleh: Nenghally

Blurb

Bagi Fatimah, suara televisi lebih akrab di telinganya daripada suara tawa kedua orang tuanya. Baginya, rumah bukan lagi tempat yang hangat, melainkan sebuah ruang pamer di mana setiap penghuninya sibuk dengan dunia masing-masing di balik ponsel.

Tiada sapaan hangat di pagi hari, hanya ada jempol yang terus bergerak di layar kaca. Di saat Fatimah sangat membutuhkan pelukan, ia justru harus menghadapi punggung yang membelakangi dan mata yang terpaku pada cahaya digital.

Saat keheningan ini mulai menyesakkan dada, Fatimah mulai bertanya-tanya, Apakah ia benar-benar memiliki keluarga, ataukah ia hanya penghuni tambahan di sebuah bangunan tanpa jiwa?

Lihat selengkapnya