Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #1

0: Luka Keluarga Halayuda

Jakarta tidak pernah benar-benar tidur, begitu pula pikiran pria yang kini berdiri di balkon penthouse lantai 43 tersebut.

Blenda Halayuda—atau Alisher, jika kau bertanya pada catatan sipil di Almaty—menyesap kopinya yang sudah dingin. Di usianya yang ke-34, ia memiliki segalanya. Kerajaan bisnis yang menggurita, pengaruh yang mampu membeli segalanya, dan seorang istri keturunan bangsawan lokal yang kecantikannya setenang air danau di Bulungan.

Namun, di dalam rumah seluas ini, suara yang paling ia dambakan justru tidak pernah terdengar: tangis bayi.

"Lima tahun lagi, Cempaka," suara Blenda berat. Memecah kesunyian kamar yang hanya diisi suara detak jam dinding mewah.

Cempaka yang sedang menyisir rambut hitam panjangnya terhenti. Matanya bertemu dengan mata tajam suaminya melalui cermin. Ada luka yang sama di sana.

"Jika dalam lima tahun ke depan rahimmu tetap tidak juga memberiku ahli waris," Blenda berbalik. Melihat istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, "kita akan mengangkat anak.”

Sepasang mata jernih wanita itu sejenak menatap kosong. Agak terkejut dengan ucapan pria yang paling ia cintai di dunia. Namun, setelah lima tahun berlalu tanpa jawaban kabar yang ditunggu. Semua terasa masuk akal meski sangat menyesakkan.

Beberapa tetes air mata menetes tanpa suara. Dan Blenda menyadarinya.

“Aku sendiri adalah bukti bahwa darah tidak lebih kental dari kesetiaan. Aku anak angkat yang berhasil melampaui ekspektasi keluarga Nazarbayev. Aku ingin menciptakan 'mahakarya' yang sama."

Cempaka hanya mengangguk pelan. Ia tahu, suaminya tidak sedang meminta izin. Ia sedang menetapkan takdir.

Lihat selengkapnya