Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #3

2: Bunga Remaja

Elsa tidak ingin mengingat bagaimana hidupnya sebelum bertemu dengan seutas cahaya bernama Aldy. Tapi, bagaimanapun juga hidupnya yang kacau balau sejak lahir kadang butuh penjelasan bahwa semua yang terjadi bukan hanya kebetulan. Apalagi kecelakaan.

“Kalau bisa aku pengen cerita kami terus berlanjut seolah gak punya akhir.”

Tapi, semua akhir di dunia ini pasti punya awal. Dan inilah bagaimana ingatannya merekam bagaimana semua bermula.

*

“Kalau sudah mau lulus SMA belum pernah pacaran itu berarti tanda akan jadi perawan tua.”

Elsa melirik sinis. “Ngaco.”

“Banyak mengoleksi foto seksi diri sendiri untuk apa kalau bukan untuk ditunjukkan ke pacar?”

Lirih ia berbisik, “Aurat, neng, aurat.”

“Makan itu paling gurih kalau transfer dari mulut ke mulut sama pacar.”

“Astaghfirullah,” responnya lirih. Khawatir dikatai dengan panggilan bu ustadz.

”Lulus SMA nanti lebih baik langsung nikah saja tidak, sih? Sudah bosan belajar.”

“Aku juga malas belajar, tapi nikah? Nehi nehi,” responnya. Lagi-lagi hanya berhembus lirih khawatir menentang opini mayoritas.

”Nikah saja sambil kuliah biar ada yang antar jemput ke rumah dan ngelonin tiap capek nugas. Mmuaahh mmuaahh mmuuaaacchh!!!”

Sekujur tubuhnya merinding mendengar itu.

”Kalau kamu gimana, El?”

“Jangankan menikah. Berpikir untuk pacaran saja tidak pernah,” jawabnya reflek. Keceplosan.

”Huh, dasar manusia gak normal.”

Lihat selengkapnya