Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #4

3: Dia dan Poros Dunia

Elsa pun langsung berusaha melengkungkan senyuman paling tidak maksa-nya. “Gitu, ya.”

“Sudah abad dua puluh satu lho ini, Jeng. Masa ke sekolah wajah masih biasa aja begitu. Cowok mana ada yang mau nyantol. Seenggaknya pakai lah two way cake atau lip-balm. Tipis aja yang penting kulit wajah jauh lebih cerah dan bibir pink merona,” saran Alif yang sejak tahun pertama konsisten mengaplikasikan make up no make up ala Korea favoritnya.

Huuu. Sayang sekali, kawan. Tapi, aku nggak butuh cowok yang akan suka padaku karena hal semacam itu, respon Elsa dalam hati.

“Tipemu seperti apa? Nanti akan aku kenalkan teman-temanku, deh,” tanya Zaskia sekaligus menawarkan.

“Yang penting sih nyambung aja,” jawab Elsa rendah hati. Ia melanjutkan dalam hati, selain itu juga punya badan lebih tinggi dari aku. Lebih cakep dari aku. Lebih pinter dari aku. Lebih kaya dari aku. Lebih sholeh dari aku. Lebih dewasa dan tidak pelit sama aku. Intinya lebih baik dari aku.

“Pacarmu sendiri kabarnya gimana, La?” tanya Alif hendak memulai topik obrolan baru agar tidak sepi.

“Kemarin waktu bazaar di alun-alun aku sama dia ke sana berdua. Terus aku ketemu sama cowok yang pernah nolak aku. Dia ketemu sama mantannya,” jawab Nila semangat.

Zaskia merespon, “Klop banget dong kalau gitu. Biar sekalian balas dendam aja kamu sama dia. Khi khi khi.”

Lihat selengkapnya