Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #15

14: Alasan Mereka

Beberapa hari kemudian. Rutinitas Aldy menjadi lebih mencurigakan untuk kedua temannya. Oke, dia akan mengikuti lomba debat bahasa Jerman di kedubes Jerman. Lalu? Bahasa Jerman dan Jepang setelah kedatangan Akutagawa Sensei adalah salah satu dari bahasa keseharian mereka. Belajar sedikit saja seharusnya cukup. Tapi, Aldy tidak. Ia seperti orang gila.

“Hari ini Aldy harus pulang lebih cepat lagi, ya,” tanya Pak Budi.

“Iya, Pak. Saya harus ikut kelas persiapan lomba debat,” jawab Aldy ramah. Dengan senyum pamungkas di wajah.

“Apa dia selalu begini setiap ikut lomba?” tanya Pak Budi.

Dymas mengangguk-angguk kecil.

*

Royal Break-time.

Val menghembus aroma teh Darjeeling di cangkirnya. Cita rasa pahit teh sangat cocok menyegarkan mata yang mulai ngantuk saat tengah hari.

“Kalau main hitung-hitungan, Aldy lebih sering menang lomba timbang aku,” aku Dymas.

“Sejak kelas sebelas aku cuma sering ngadain resital. Jarang ikut concour. Kalau Aldy kelihatannya non-stop. Kenapa sih tuh anak?” tanya Val.

“Entahlah. Ich bin nicht sicher (Aku gak yakin).”

“Apa ada hubungannya dengan sesi hipnoterapi waktu itu, ya?” tanya Val.

Das glaube ich auch (Kupikir juga begitu).”

“Eh, anak MIA! Hari ini kamu harus pulang lebih cepat. Cari informasi soal Aldy. Dari mana saja.”

Yes, Your Highness,” respon Dymas tersenyum nakal.

*

Sepulang sekolah.

Elsa berjalan menuju gerbang sekolah. Hari ini mereka akan menonton film di rumah Alif. Setelah itu karaokean. Setelah itu makan. Setelah itu…

“Hallo, cewek-cewek,” cegat Dymas.

Lihat selengkapnya