Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #26

25: Valdymas II

Di halaman belakang. Beberapa saudara Val berkeliaran melakukan berbagai hal. Main bola. Nekat berenang. Outbond. Menyusuri labirin tanaman. Selfie aneka pose. Sampai yang hanya iseng berjalan-jalan mengelilingi rimbunnya tanaman dan pepohonan.

“Apa mau ditambah kuenya, Mas?” tawar seorang pelayan laki-laki.

“Tidak, terima kasih,” tolak Val.

“Aku sering ketemu anak orang kaya. Tapi, belum ada yang sampai kayak drama Korea sepertimu,” komentar Dymas julid.

“Drama Korea, drama Korea terus. Apa sih tolak ukur hidupmu?” tanya Val.

“Kelihatannya aku memang norak. Lihat saja gaya Aldy yang bersahaja itu,” ledek Dymas, “Sudah biasa ya dilayani seperti ini?” tanyanya berintonasi meledek.

Tanpa sadar Aldy meneteskan air mata. “Aku terharu diperlakukan sebaik ini…”

“Hush, hush, hush. Jangan nangis! Apa saudaraku bilang nanti? Lagakmu macam orang habis pulang dari penyandraan aja,” ucap Val.

“Memang biasanya kamu diperlakukan bagaimana?” tanya Dymas santai.

Aldy malah tertawa. “Aku cuma bercanda. Val, boleh aku minta kue lagi? Dan… teh apa ini? Enak sekali.”

Val terpana pada Aldy yang seperti punya kepribadian ganda. “Boleh. Ambil aja yang banyak.”

*

Niat Val membawa Elsa turut serta agar bisa lebih dekat gagal total. Ina menyabotase Elsa sepenuhnya.

Sebagai anak tengah dengan kakak dan adik laki-laki. Sudah lama Ina berharap punya saudara perempuan. Sekalinya kakak atau adiknya membawa cewek ke rumah akan langsung ia dekati seolah sudah jadi saudara ipar sungguhan.

“Tiap ngajak Elsa pergi berakhir mepet Mbak Ina terus. Apa sih enaknya jadi cewek?” tanyanya saat sedang menyender di wastafel lorong. Villa sudah gelap. Waktu menunjukkan pukul 23:36.

“Val,” panggil seeorang. Tiba-tiba.

“Ya salam! Ngagetin aja kamu. Ngapain coba di sini? Gak bisa tidur juga?” tanyanya pada Dymas sambil beberapa kali menepuk dada.

Lihat selengkapnya