Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #32

31: Misteri-Nya

Ia akui, ia bukan siswa cerdas. Biasa saja.

Pandai fisika. Matematika keteteran.

Jago bahasa Indonesia. Bahasa Inggris amburadul.

Peringkatnya di CC (Common Class) saja tak pernah di atas dua puluh. Kini ia menjadi bagian dari RSR. Royal Study Room yang berisi anak-anak paling pintar di kota.

Mereka menambahkan bangku baru di sisi Val. Ia harus bersiap menyesuaikan diri dengan pola belajar Spartan anak-anak pintar itu.

“Kenapa semakin rendah yang kuharapkan semakin tinggi yang kudapatkan?” ratapnya sebelum Akutagawa Sensei memasuki kelas.

“Kenapa Elsa ingin hal kayak gitu?” tanya Aldy. Bangku Val dan Dymas masih kosong.

“Karena semakin tinggi pohon semakin kencang anginnya. Aku, dengan kapasitasku yang sekarang, sudah tidak bisa menahan angin yang sama dengan dulu.”

“Memang dulu Elsa kenapa?”

“Nggak apa-apa.”

Drap drap drap.

Taihen! (Gawat!) Val lagi di kantor polisi sekarang,” beritahu Dymas yang baru sampai. Meminta dua teman sekelasnya keluar.

“Apa yang terjadi?” tanya Aldy. Ketiganya menuju parkiran.

“Val dan geng anak-anak nggak benernya diciduk Pak Pol pagi tadi karena dilaporkan merusuh di sebuah perumahan.”

“Gawat kalau keluarganya sampai tahu. Bagaimana keadaannya?” tanya Aldy.

“Ini masih pagi. Kepolisian belum menghubungi keluarganya. Kuharap kita bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Val.”

“Aldy, Dymas, aku boleh ikut?” tanya Elsa.

“Ini menyangkut polisi, lho. Nanti kamu bisa susah bikin SKCK,” khawatir Aldy.

“Tapi, aku khawatir sama Val,” kukuh Elsa.

Dari jok penumpang motor Dymas, Aldy membelai ubun-ubun Elsa. “Tenang. Val akan baik-baik aja.”

“Bisa aja kamu ngomong gitu ke Elsa. Val itu rivalmu, lho,” ucap Dymas.

“Kamu juga rivalku,” balas Aldy.

“Bukan, aku bukan rivalmu,” sanggah Dymas.

“Terus apa?” tanya Aldy.

“Fans.”

*

Polsek Waru, Waru, Sidoarjo.

Lihat selengkapnya