Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #36

35: Masalah-Nya

Royal Breaktime di keesokan harinya.

“Akhirnya istirahat. Ayo, ayo, ceritakan bagaimana pengalamannya kemarin,” pinta Dymas. Mulai berisik.

“Pengalaman apa? Pertemuannya ya begitu saja,” respon Val hambar.

“Yaaahh, kok lesu. Ceritakan dong bagaimana sponsornya. Tua apa muda. Cewek atau cowok. Kalau cowok tipenya bagaimana. Gitu, lho,” sambung Elsa.

“Untuk Val mungkin biasa, tapi aku ditelisik dari ujung kepala sampai ujung kaki. Awalnya ramah. Setelah itu langsung ditanyai macam-macam. Sekolah musik di mana. Menang concours apa saja. Gurunya siapa. Bisa lagu apa saja. Apa hubungan sama Val. Orang Jakarta mah lebay,” jawab Aldy.

“Emang siapa?” tanya Dymas.

“Yang punya CCG itu, lho,” jawab Aldy.

“Mereka kan grup konglomerasi nomor satu negara ini. Hebat bener Val bisa dapetin mereka sebagai sponsor,” kagum Elsa dengan mata berbinar penuh kekaguman. Tidak percaya tiba-tiba bisa “sedekat” ini dengan sosok yang selama ini selalu ia idolakan.

“Iya, dong. Val gituh,” respon Aldy sambil mengacungkan jempol.

“Lihat ini, deh!” Elsa menunjukkan sebuah gambar di gawainya. “Ini foto keluarga pemilik CCG. Blenda Halayuda, istrinya, Cempaka Halayuda, dan putranya, Adikara Halayuda.”

“Ngapain kamu simpen beginian?” tanya Aldy. Wajahnya bingung.

“Jadi, ada cerita sedih soal Blenda Halayuda. Usianya sudah tua, tapi belum punya anak. Istrinya sempat hamil tapi keguguran. Untungnya beberapa tahun kemudian istrinya hamil lagi dan lahirlah anak kecil imut ini,” tunjuknya ke sosok anak 9 tahun yang berdiri di antara kedua orang tuanya.

“Tampang orang kaya emang beda, ya. Seperti wajah Val,” kata Dymas membandingkan foto dengan wajah Val.

Lihat selengkapnya