“Gila, malamnya mau konser paginya harus tetap sekolah,” heran Elsa. Jam pagi mereka sudah habis. Val dan Aldy mendapat dispensasi untuk mengganti jam siang di lain waktu.
“Jadi anak RSR nggak seenak bayanganmu,” sentil Aldy ke dahi Elsa.
“Ya sudah, kami duluan, ya. Kalian berdua pulang nanti akan dijemput supirku dan diantar ke Surabaya,” beritahu Val.
“Siap, Bos,” jawab keduanya.
*
Sepanjang perjalanan keduanya terdiam. Aldy merasa bersalah. Mencari waktu meminta maaf.
Val masih tertelan gunungan tanya. Apa yang terjadi pada Aldy? Ia seperti serigala yang menyusup dalam istana tanpa menunjukkan gelagat bahwa ialah raja selanjutnya.
Ia tidak bisa memainkan Stravinsky. Apalagi Ravel, namun Aldy tempo hari sanggup membuat Blenda dan Wijoko standing ovation atau saat penonton bertepuk tangan sambil berdiri setelah melihat pertunjukan yang luar biasa.
Ketakutan yang tak seharusnya mencuat.
“Aku ingin minta maaf untuk semuanya.”