“OYAHOU GOZAIMASUU! Guten morgen! Good morning! Selamat pagi!” salam Aldy super ceria setibanya ia di Royal Study Room. Ia cukup beruntung kali ini karena Akutagawa Sensei belum datang. Penyebab ia sampai (hampir) telat lagi sendiri karena waktu paginya banyak terbuang demi kehati-hatian membasuh bagian tubuh yang masih belum sepenuhnya dalam kondisi baik.
“Bradar, kenapa mukamu bonyok? Habis perang geng sama temen-temennya Val?” tanya Dymas agak asbun.
“Habis perang sama tikus,” jawab Aldy.
“Tikusnya ngapain aja sampai mukamu jadi artsy penuh warna begitu?” tanya Val.
“Tikusnya jago shaolin,” jawab Aldy lebih asbun lagi. “By the way, our big princess ke mana?” tanyanya seraya melongok ke bangku kosong Elsa.
“Aldy!” panggil Elsa yang terengah-engah dari UKS. Sebenarnya ia sudah melihat wajah artsy Aldy sejak tadi. Berinisiatif mengambil FAB (First Aid Box/kotak P3K). “Luka begitu di wajah kok nggak langsung diobati, sih? Ada-ada saja, deh.”
Val mengambil perban dan obat merah di tangan Elsa. “Serahkan semua padaku! Aku jago masalah seperti ini.”
“Syukurlah kalau begitu. Aldy lain kali lebih hati-hati, ya,” pinta Elsa khawatir. ”Si Ti itu memang harus diracun biar tergenosida di rumah.”
Suiit suit suiit. Dymas ayik menyempriti sikap gadis itu. “Elsa perhatian banget sih sama Aldy. Kalau untuk aku kapan akan diperhatikannya, nih?” tanyanya.
“Aku akan memperhatikan siapa aja yang membutuhkan perhatian,” respon Elsa tegas.
“Jadi, bukan karena ada perasaan khusus, ’kan?” tanya Dymas.
“Tauk, ah,” respon Elsa malas.
Aldy tersenyum. Val diam, namun, ia melihat sesuatu yang lebih jelas di balik senyuman orang yang sedang ia obati.
Ia harus sadar bahwa Elsa adalah gadis baik yang tidak ada hanya untuknya. Bukan diciptakan untuknya. Dan tak bisa menjadi objek dari hidupnya yang “nestapa”.
*
Ketika Royal Breaktime tiba. Aldy bergegas menuju toilet. Elsa tak bisa menahan rasa khawatir. Val dan Dymas melarangnya melangkah lebih jauh.
Tempatnya di sisi mereka. Bukan Aldy.
“Aku merasa hubungan ketiga Valdymas sedikit aneh sejak aku ada di sini,” kata Elsa. Menundukkan wajahnya.
“Aneh kenapa?” tanya Dymas.