“Assalamualaikum,” salam Val. Di dalam kelas baru ada Elsa. Dymas sedang bersemedi di library.
“Wa’alaikumusalam,” jawab Elsa datar.
“Butek amat mukanya. Padahal masih pagi,” ledek Val.
“Tadi malam Nila menelponku. Dia bilang dia tahu siapa anak SD yang mencari Aldy tempo hari,” cerita Elsa.
“Oh ya? Siapa?” tanya Val.
“Adikara Halayuda,” jawab Elsa. Sangat serius.
“Hah? Yang benar aja, lah. Salah lihat kali. Atau salah sangka,” sangkal Val.
“Nila yang paling tahu aku penggemar mereka, Val. Matanya sudah ratusan kali aku jejali foto pemandangan wajah satu keluarga itu. Nggak mungkin salah,” balas Elsa. Menggelengkan kepala. Yakin.
“Sepenglihatanku sepertinya hubungan antara Aldy dan Blenda Halayuda sangat buruk. Kenapa juga putra semata wayangnya mau mendatangi kota kecil begini untuk menemui… orang kayak dia?”
“Aku nggak mau terus mengusik Aldy dengan keingintahuan kita. Tapi, kalau kita berhenti sekarang, apakah akan baik untuknya?”
“Nggak usah khawatir. Kan ada aku dan Dymas. Kita semua juga nggak bisa diam aja melihat Aldy dalam masalah.”
Braakk. Pintu terbuka kasar. Dymas melangkah masuk dengan gaya selengekan. Image anak cupu penggemar belajarnya seketika luntur.
“Aaakh,” erangnya. “Bosen banget belajar mulu. Pengen mukulin orang!”
“Ada perempuan di sini. Jangan nakutin begitu,” protes Val.
“Kamu kenapa?” tanya Elsa.
“Nggak apa-apa,” sahut Dymas.
“Apa kamu bertemu anak SD yang menemui Aldy kemarin? Apa benar… kalau dia Adikara Halayuda?” tanya Elsa.
“Anak itu memang Adikara Halayuda,” jawab Dymas langsung. Tenang. Lugas. Tanpa basa-basi.
Elsa agak terkejut. “Ah…”
“Padahal sikap Aldy biasa aja selama di rumahku. Waktu bertemu Blenda Halayuda saja kepribadiannya langsung berubah,” ucap Val.
“Berubah gimana?” tanya Elsa.
“Emosi yang belum pernah aku lihat selama kenal sama dia. Marah,” jawab Val.
“Ohayou gozaimasuuu,” salam Aldy.
“Kamu datang lebih pagi hari ini,” komentar Elsa.
“Iya, dong. Biar rejekinya nggak dipatok ayam.” Ditarik pergelangan tangan Elsa. “Hari ini bolos, yuk!” ajaknya.
“Aldy!” teriak Val.
“Jangan ikut campur, Irfan.”
“Kenapa kamu jadi seperti ini, sih? Ada apa sebenarnya?” tanya Val setengah berteriak.
Aldy mendorong pundak Val sampai terjatuh. Elsa merasa ini bukan Aldy yang dikenalnya.