Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #52

51: ElevEnd

Adi menyadari dunia berjalan dengan sistem give and take.

Ia mulai sedikit memahami sejak kelahiran adiknya. Blenda semakin mendengarkan Cempaka setelah wanita itu berhasil kembali memberinya putra.

Agar diakui, ia harus memberi sesuatu dan jadi orang yang berguna untuk Blenda. Begitulah yang ia pikirkan.

*

Adi Halayuda, 8 tahun.

“Papi, aku dapat ranking satu.”

“Maaf, Adi sayang. Papi sedang sibuk.”

Sambungan terputus.

*

Adi Halayuda, 9 tahun.

“Papi, aku dapat ranking satu.”

“Selama Papi tidak ada bantu Mami menjaga adikmu.”

“Papi, aku dapat…”

“Iya, sampai jumpa.”

Sambungan terputus.

*

Adi Halayuda, 10 tahun.

“Papi, aku dapat ranking satu, juara satu OSN matematika, juara satu lomba gerak jalan, juara satu lomba memainkan biola dan piano, juara satu lomba memainkan pianika, juara satu lomba bahasa Mandarin, juara satu lomba mengarang cerita pendek, juara…”

“Mami sudah beritahu semua itu pada Papi.”

“Lalu?”

“Kamu anak Papi. Wajar saja jika berhasil mendapatkan itu semua. Justru aneh kalau tidak. Sudah, ya.”

“Oh, iya, iya, sampai jumpa.”

Sambungan terputus.

*

Adi Halayuda, 11 tahun.

“Papi, aku, aku, aku…”

“Papi sudah tahu semua prestasimu. Tidak perlu didemokan lagi. Papi masih sibuk.”

“Aku sakit kanker, Pi! Rambutku rontok. Kulitku pucat. Badanku gemetaran. Aku tidak bisa jalan.”

“Adikara, minta Dion temani kamu ke rumah sakit.”

Lihat selengkapnya