Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #54

53: Ke(salah)an

Masih ada banyak waktu tersisa sampai ia menjadi siswa SMP.

Sejak kedatangannya, Blenda sama sekali belum sempat menemuinya secara langsung.

Hanya kalau kebetulan sedang menghubungi Mac, ia akan nimbrung di samping adiknya. Mengharapkan pertanyaan sederhana seperti bagaimana kabar kamu. Atau apa pun yang menunjukkan perhatian.

*

Di pantai pribadi belakang kediaman mereka.

Adi menatap gulungan ombak seperti metamorfosa waktu. Selama masih ada laut akan ada ombak. Selama masih ada dunia akan ada waktu. Akan terus begitu. Dan ia tidak tahu sampai kapan bisa bertahan menghadapi sikap orang tuanya.

Dibaringkan tubuhnya di pasir basah. Ia berharap ombak yang cukup besar kembali datang. Membawanya pergi menuju dimensi lain.

“Aku tidak pernah tahu untuk tujuan apa aku ada di dunia ini.”

Zzzrrsshh….

“Aku ingin seperti anak lain. Aku ingin normal. Aku ingin tersenyum dengan mudahnya. Tertawa dengan mudahnya. Menangis maupun marah dengan mudahnya.”

“Emosiku sudah habis. Baik Papi maupun Mami tak lagi menginginkanku.”

Lihat selengkapnya