Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #58

57: ADI

CCG Tower.

“Hadeehh, ini kerjaan makin numpuk aja kagak kelar-kelar,” keluh Raja.

Plaak. “Ngeluh aja lo. Dipanggil Pak Blenda, tuh,” beritahu teman sedivisinya.

Ia segera bangkit dengan semangat. “Yosh, dikasih tugas apa lagi, ya.”

*

Blenda tengah berdiri menatap pemandangan kota di luar jendela saat ia tiba.

“Selamat pagi, Pak Blenda,” salam Raja.

“Kamu taruh Adi di mana?” tanya Blenda tanpa basa-basi. 

“Kamar hotel yang akan membuatnya… setidaknya merasa seperti di rumah sendiri,” jawab Raja sedikit kesulitan menemukan penjelasan dari tindakannya.

Raut wajah Blenda tiba-tiba tampak cemas. “Saya harus mempersiapkan diri untuk menemuinya setelah sekian lama. Sebagai papinya. Kamu harus memastikan Adi merasa nyaman!” perintahnya.

Raja tersenyum menenangkan. “Tenang saja, Pak. Adi pasti baik-baik saja. Di sana dia bisa makan apa pun yang dia mau. Fasilitas pijat kapan saja. Full internet. Tayangan National Geographic. Dia pasti bahagia.”

“Saya harap begitu.”

*

Hotel Mulia.

Sudah satu malam nasibnya terluntang-lantung di kamar itu. Ia tak bisa kalau tak mau dibilang tak boleh meninggalkan hotel sama sekali.

Makanan? No way.

Ruang pijat? No way.

Internetan? No way.

Tayangan singa melahirkan? No way.

Ia hanya duduk di tempat tidur tanpa melakukan apa pun. Menunggu jemputan datang.

Tiba-tiba ia merasa seseorang menyentuh punggungnya. Dibalik tubuhnya ke sisi ranjang yang lain.

Di sana tengah berbaring masa lalunya. Teman hitamnya.

“Hai, sudah lama kita tidak bertemu,” salam Adi.

Bebaskan dirimu.

“Bagaimana caranya?” tanya Adi.

Hancurkan ruangan ini! Bakar. Bakar. Bakar. Tarik Blenda ke sini!

“Jangan bercanda. Itu tidak mungkin. Aku bisa diikat lagi kalau sampai melakukan hal kayak gitu,” respon Adi putus asa.

Dasar pengecut.

“Kalau sekarang sejujurnya aku tidak keberatan dibilang begitu.”

Padahal Elsa percaya sama kamu.

Hatinya mulai gundah. “Itu… aku…”

Tubuh teman hitamnya terbagi menjadi dua. Bagian lainnya turun dari ranjang dan berjongkok di sisi kirinya.

Kamu akan dihukum lagi kalau melakukannya.

Kamu harus melakukannya.

“Sebentar! Kenapa ucapan kalian berbeda? Aku tidak…”

Kamu sudah berusaha keras melupakan betapa mengerikan semua pengalaman itu. Jangan pancing lagi!

Hancurkan! Bakar! Rusak semua! Lakukan apa pun yang kamu bisa untuk menarik mereka!

“Aku… aku…”

Kamu hanya harus diam. Bergeraklah seperti boneka tali. Jangan ambil resiko!

Lihat selengkapnya