Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #59

58: Percakapan Itu

Adi membuka mata. Kepalanya masih linglung karena kejadian kemarin.

Ia tak ingin berusaha mengingatnya. Karena… dua temannya masih ada di hadapannya. Sekalipun tak sepekat kemarin.

“Tempat ini bener-bener istana iblis.”

“Adi,” panggil Elsa yang semalaman tidur di sisi ranjangnya.

“E-Elsa, kenapa kamu di sini? A-Aku laki-laki, lho.”

“Memang. Tapi, situasi tadi malam tak memberiku kesempatan mengkhawatirkan hal itu. Aku lebih mengkhawatirkan kamu.”

“Kenapa? Aku baik-baik saja, kok. Jangan cemberut gitu, dong.”

“Baik-baik apa? Kata Mas Dion….”

“Elsa! Aku nggak mau kamu sedih, okey. Itu bukan hal yang seharusnya diceritakan ke tamu seperti kamu. Akan aku marahi Mas Dion.” Adi hendak bangkit. Elsa mendorongnya kembali berbaring.

“Memang kenapa?” tanya Elsa.

“Apanya yang memang kenapa? Mukaku di depanmu pasti sudah hancur lebur. Waktu masih cakep aja nggak diterima. Bagaimana dengan sekarang.”

“Apa, sih?” tanya Elsa.

“Apa yang kamu dengar dari Mas Dion?” tanya Adi.

“Kamu nyaris jatuh dari gedung bertingkat karena kesalahan konstruksi. Gawat banget, ya. Kamu sampai trauma dan kehilangan kesadaran. Sangat mengkhawatirkan,” jawab Elsa.

“O-Oh. Aku takut dia melebih-lebihkan dan bikin kamu salah paham.”

“Adi, aku akan kembali ke kamar tamu. Sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu.”

“Apa?”

“Aku sudah memutuskan.”

“Lantas?”

Dok dok dok.

“Nona Elsa, Tuan Besar memanggil Anda,” beritahu pelayan wanita membuka separuh pintu.

“Yaah, gangguan. Nanti saja, deh. Kamu sarapan dulu, ya,” pesan Elsa.

Senyum besar terbit di wajahnya. Entah kenapa hatinya berbunga-bunga.

Ditutupi lagi tubuhnya dengan selimut. Diputar-putar tubuhnya di atas kasur. Seperti roti gulung yang sedang dibaluri tepung panir.

Lihat selengkapnya