Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #62

61: Reality

Sudah waktunya sarapan, namun Elsa masih sibuk dengan dirinya dalam kamar. Ia gelisah sambil menepuk-nepuk daun telinganya. Ia tak akan bisa menghadapi orang lain dengan keadaannya sekarang.

Tok tok tok.

“Sarapan, yuk. Mac udah nungguin,” ajak Adi dari balik pintu.

Perasaannya semakin galau mendengar Mac sedang menunggunya. Sementara kondisinya sekarang sangat tak memungkinkan.

“Kenapa, sih?” tanya Adi.

Elsa mengeluarkan wajahnya dari celah pintu yang sempit. “Punya curek kuping?” tanyanya malu.

“Hmpf, maksudmu cotton bud? Nggak ada.”

“Dasar orang kaya gembel,” hardiknya kembali menutup pintu.

“Pakai cotton bud bisa buat kotorannya semakin masuk ke dalam telinga tau. Kami biasa ke dokter.”

“Sarapan dulu, yuk. Habis itu bakal aku antar ke dokter.”

“Ya Gusti, apa hidup orang kaya emang seribet ini? Jangan-jangan mereka punya ruangan sendiri khusus buat ngupil lagi.”

“Apa?” tanya Adi.

*

Mac duduk di meja makan dengan tampang muram. Ia ingin menghabiskan setiap detik waktunya di rumah bersama Adi.

“Kok belum makan? Nanti telat, lho,” tegur Adi dari lorong menuju ruang makan yang diapit dinding kaca buram dengan pemandangan taman hutan Halayuda et Pelagus Residentiae Mansion.

“Kalau Mas nggak dateng aja aku gak bakal sekolah. Buat apa sarapan,” jawab Mac ketus.

JTAAK. “Ulangin omonganmu!”

Mac mengusap-usap batok kepalanya. “Mbak Elsa.”

“Jangan kasar, dong. Mac kan masih kecil,” bela Elsa.

“Mac nggak boleh egois. Mas kan di sini masih lama,” belai Adi lembut ke bekas jitakannya.

“He hee, aku tau, kok.”

Ketiganya mulai sarapan. Adi dan Elsa dengan cappuccino dan croissant cokelat. Sementara Mac susu sapi dan tiga buah macaron berwarna merah, kuning, dan hijau.

“Mac sarapan cuma pakai macaroon memang cukup?” tanya Elsa. Seumur Mac, sarapannya dua bungkus nasi uduk dengan susu cokelat.

“Macaron dan macaroon dua hal berbeda. Macaron dibuat dengan tepung almond, putih telur, dan gula. Setelah dikocok sampai kaku dan dicetak, serta dipanggang, lapisan atasnya mengering dan renyah. Sementara macaroon terbuat dari kelapa, putih telur, dan gula. Setelah dikocok sampai mengembang dan kaku adonan siap dicetak dan dipanggang sampai matang. Macaroon kenyal dan padat bagian atasnya. Harap dibedakan ya, Mbak.”

PLAAK. “Yang sopan sama orang tua!” teriak Adi.

“Aha ha ha, nggak apa-apa. Aku cuma khawatir. Bicara soal macaron, nama Mac seperti nama kue, ya,” tanya Elsa.

“Mbak,” tatap Mac serius, “namaku memang Maccaron.”

Hmpf. “S-Siapa yang kasih kamu nama gitu? Iseng banget,” tanya Elsa menutup bibirnya.

“Sudah kutanyakan pada orang tuaku, tapi mereka tidak mengaku. Aku harus menuntut pertanggungjawaban dari siapa pun yang memberi namaku!”

“Namanya kan lucu. Biarkan saja,” ucap Elsa.

Lihat selengkapnya