Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #65

64: Bohong

Elsa memasuki ruangan Blenda dengan gaun pink pucat beraksen renda di sekitaran kerah dan ujung lengan. Semua baju yang ia kenakan di kediaman itu merupakan pakaian-pakaian Cempaka saat masih muda.

Mereka memiliki postur tubuh sama persis. Langsing dan jenjang.

“Selamat pagi, Pak,” salam Elsa muram.

“Ada beberapa hal yang harus kamu patuhi sebagai anggota keluarga ini. Akan ada yang menemuimu untuk membahasnya.”

“Hanya itu?”

“Untuk saya hanya itu. Mungkin kamu mau menambahkan.”

“Saya tidak ke sini untuk menjadi anggota keluarga ini. Untuk diubah identitasnya. Atau untuk meninggalkan masa lalu saya tidak peduli sekelam apa pun itu.”

“Tapi, kamu tidak punya identitas. Kamu sendiri yang bilang begitu.”

“Memang. Tapi… bukan begini. Saya tidak mau.”

“Sehari setelah itu saya minta orang menemui keluargamu. Mereka terkejut, tapi tidak ada yang menolak. Malahan nenekmu bicara begini, apa yang diinginkan dari anak seperti dia. Ini keputusan baik, ‘kan?”

“Bagaimana dengan orang tua saya?”

“Papamu langsung setuju. Tanpa pikir panjang. Mamamu sedikit drama. Wajar, ya. Setelah bicara dengan suaminya ia pun setuju. Lihat, saya dapat tanda tangan mereka semua,” ucap Blenda menyodorkan sebuah map.

“Saya tidak peduli pada mereka. Saya tidak bisa melihat wajahnya sejak itu.”

“Tenang. Kamu akan membantu Adi.”

“Apa maksud Anda?”

“Adi tidak boleh lari dari tanggung jawabnya di rumah ini. Saya takkan membiarkan dia berpaling. Sekalipun akan menggilakannya.”

“Anda berniat….”

“Semua yang ada dalam kepalamu adalah kebenaran. Kebenaran yang bisa dibolak-balik semudah membalik telapak tangan.”

“Boleh saya menanyakan satu hal?” tanya Blenda.

“Apa?”

“Kenapa kamu memilih Olaf untuk nama barumu? Itu nama laki-laki.”

“Saya suka Olaf. Manusia salju itu,” jawab Elsa.

Lihat selengkapnya