Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #70

69: Hufft

Kakinya lemas. Seluruh tubuhnya seolah lumpuh.

Ia tak bisa meraung meski ingin meraung. Ia tak bisa bergerak meski ingin bergerak. Ia hanya terdiam menatap Nanda, pegawai yang ditusuknya kemarin sedang berbaring di atas ranjang.

“Kenapa…? Apa… Apa yang sebenarnya terjadi…?”

Cempaka menyilangkan kedua tangan sambil menatap Blenda yang sibuk melihat langit-langit. Kalau tak ada pegawai mereka yang sedang sakit di sana, sudah habis ia marahi suaminya satu itu.

Masalah apa lagi yang lahir akibat kecerobohannya?

“Nanda dan sembilan orang temannya tidak pernah mati, Adi,” beritahunya.

“KENAPA?! Kenapa kalian membohongiku?” ratap remaja itu. Perasaannya benar-benar hancur berantakan sampai tak ada satu pun kata yang bisa mewakilinya.

Air mata tumpah berceceran di lantai. Tak ia sangka beban moral berat yang ia pikul selama ini pun… ternyata palsu. Kebohongan belaka.

“Kamu akan melakukan hal yang lebih buruk kalau tak dibegitukan,” jawab Blenda. Masih defensif pada pemikirannya yang tak pernah salah (menurutnya).

“Kenapa Papi berpikir begitu? Seburuk apa aku di mata Papi sebenarnya?!”

“Papi hanya takut kamu akan menjadi lebih…”

Adi memotong pembelaan Papinya, “Aku dikurung dan dirantai di tempat itu selama dua tahun hanya karena… paranoid?”

Dilabrak tubuh Blenda. Pria dengan tinggi badan sama dengannya, 181 cm, dengan sigap menahan.

“Tuan Muda…”

Lihat selengkapnya