Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #71

70: Dusta Mac

Da-sar pe-nge-cut.

“Ini win win solution.”

Pencari alasan.

“Semua masalah ini nggak akan selesai kalau aku terus keras kepala. Olaf saja bisa berusaha memahami. Kenapa aku nggak?”

Karena dia diselamatkan dari keluarganya yang berantakan. Kamu sejak awal dijerumuskan dalam masalah. Sekarang malah sok mengalah. Berlagak anak berbakti agar cewekmu kagum, hah? Munafik.

“Apa setiap keputusan membahagiakan orang lain harus diasosiasikan sebagai hipokritisme?”

Kamu hanya boneka tali. Harusnya aku yang malu memiliki prototip sepertimu. Lemah, cengeng, peragu, terlalu bergantung pada orang lain, hidup dalam sangkar tanpa teralis. Sampah.

Ditekan kepalanya yang berdenyut-denyut. Keputusan sudah tak bisa diubah. Ialah pewaris utama CCG.

“Mas Adi,” panggil Mac dari balik pintu kamar. Ia masih mengenakan seragam.

Adi keluar dan berjongkok di depan Mac. Membelai kepalanya. “Sudah pulang kamu. Bagaimana belajarnya?”

Rautnya tiba-tiba cemberut. “Eksaktaku buruk, Mas. Hasil ulangan yang dibagikan tadi aku tidak dapat seratus di pelajaran matematika, fisika, dan biologi. Aku malu, Mas.” Mac menjatuhkan wajahnya di pundak Adi.

Dibelai belakang kepala adiknya lembut. “Cup cup cup. Tidak apa-apa, kok. Memang teman sekelas Mac setiap ulangan dapat seratus terus?”

“Nggak, sih.”

“Mac selalu dapat ranking satu. Sesekali dapat jelek nggak masalah.”

Lihat selengkapnya