Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #75

74: Harapan

Kebahagiaanku cepat sekali berlalu. Sebentar senang karena berhasil lulus SMA. Harus belajar lagi untuk persiapan kuliah.

Sebenarnya aku tidak suka belajar. Kalau hidupku masih normal aku memilih langsung cari kerja atau mendirikan usaha setelah lulus SMA.

Te-ta-pi, aku telah menjadi anggota keluarga Halayuda. Mereka tidak punya anggota keluarga yang hanya berijazah SMA.

Aku harus segera move on dari masa laluku yang suram. Sekarang aku sudah punya keluarga ideal yang penyayang dan mapan. Aku tidak boleh mengecewakan mereka.

“Olly,” panggil Kora, teman sekelasnya di bimbel.

“Iya, kenapa?”

“Katanya guru fisika kita diganti. Padahal gue lebih suka diajar Kak Fahri. Iya, ‘kan?”

“Iya. Kak Fahri ganteng. Lucu dan sederhana. Ngejelasinnya nggak ribet. Emang guru barunya siapa?”

Gue denger dari Kak Meta namanya Aulia. Masih mahasiswa,” jawab Kora.

Pintu kelas terbuka. Sesosok pria muda melangkah masuk dengan penampilan necis rapi ala ala guru bimbel biasa dengan kemeja dan pantofel.

Tak ada yang aneh darinya. Dialah Aulia.

Olaf berteriak dalam hatinya, pembohongan publik!!!

*

“Sekian dulu sore ini. Terima kasih, adek-adek,” ucapnya santun menutup pembelajaran.

Seperginya Aulia, kelas masih berisik mengomentari guru baru mereka. Tampak lebih muda dari yang seharusnya. Pelajarannya menyenangkan. Pemuda itu sangat pandai merebut hati anak-anak didik barunya.

Gue ikhlasin deh Kak Fahri ngelanjutin kuliah ke Korea. Gantinya kayak gitu mending semua guru diganti,” canda Kora.

“Mata gue nggak akan ketipu cuma karena mukanya ditambahin kacamata dan model rambutnya jadi berkesan alim gitu,” geram Olaf.

Lihat selengkapnya