Olaf akan melakukan segalanya untuk jadi rumah Adi bisa kembali. Termasuk menderita dan tenggelam dalam jurang kesedihan.
Namun, takkan ia biarkan setetes pun darah menetes. Ia ingin memurnikan sesuatu yang putih.
*
“Apa maksud Papi?!” teriak Adi di hadapan Blenda. Ia telah kehilangan fatsunnya. Ia telah “kehilangan” akal sehatnya.
“Olaf adalah putri Papi. Ia akan melakukan semua yang Papi inginkan. Pernikahannya dengan Mulya akan menjadi suatu hal yang krusial,” jawab Blenda tenang.
“Kenapa harus Olaf? Papi bisa memungut perempuan lain dari pinggir jalan dan memperlakukannya sesuka Papi. Namun, tidak dengan Olaf.”
“Di rumah ini kamu harus dewasa, Adikara. Olaf melangkah di jalannya. Begitu juga dengan Mulya. Pernikahan mereka adalah hal yang menguntungkan untuk dunia. Untuk banyak orang.”
“Bagaimana… responnya?”
“Temui Gantari. Lebih baik kamu belajar timbang memikirkan ini.”
“Mustahil.”
*
Dufan, Ancol.
“Kenapa kita ke sini?” tanya Olaf.