Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #79

78: Pijakan

Olaf Halayuda, apa yang akan kamu lakukan sekarang?

Olaf menatap matahari yang terbit di luar jendela. Ia sudah mandi dan siap menggunakan pakaian olahraga. Pagi ini Mulya mengajaknya jogging di Taman Senopati.

“Mbak, anterin Mas Adi, yuk,” ajak Mac di belakangnya. Olaf sama sekali tak sadar kapan anak itu masuk.

*

Di ruang tamu. Adi tampak lebih siap menyambut hari dengan stelan yang membuatnya tampak lima tahun lebih tua. Wajahnya tampak semuram malam.

“Mas Adi mau ke mana?” tanya Olaf.

“Mau temani Papi rapat di luar negeri,” jawab Mac. “Oleh-olehnya, Mas,” pinta Mac memeluk Adi.

Adi dan Olaf hanya bertukar pandang. Di rumah itu, tiada kata terucap. Entah kepercayaan atau keputusasaan yang mereka rasakan.

Adi kadung percaya gadis di hadapannya hanya terlahir untuknya. Namun, Olaf? Ia adalah Olaf Halayuda yang kini ikut menanggung beban hidup seorang Halayuda. Kakaknya sekalipun tak boleh merengek.

Kita hidup di dunia yang penuh kekejaman.

“Maccaron, tolong jaga Mbak Olaf untuk Mas Adi, ya,” pesannya sebelum menutup pintu mobil.

Ia menaikkan ibu jari. Tersenyum lebar menjawab, “Siap, Mas.”

*

Mulya tiba dengan motor. Ia telah meminta Olaf menunggu di tangga depan kediaman agar bisa langsung berangkat.

Tapi, ia tak sendiri. Di sisinya berdiri anak kecil yang melihatnya dengan tatapan menantang.

“Aku nggak akan menyerahkan Mbak Olaf,” buka Mac sebelum Mulya mengucapkan apa pun.

“Mac, kami hanya ingin lari pagi,” balas Mulya tersenyum kalem.

“Nggak boleh. Mbak Olaf memang akan lari pagi, tapi denganku. Mbak Olaf akan melakukan apa pun hanya denganku!”

Lihat selengkapnya