Apple Polisher (Pemoles Apel)

Arslan Cealach
Chapter #80

79: Terbuka

 Adi pulang membawa banyak oleh-oleh untuk kedua adiknya. Langit sudah cukup gelap walau jam masih menunjukkan pukul empat. Badai yang cukup besar diperkirakan akan datang.

“Untung sudah sampai rumah.”

“Mas Adi,” teriak Mac langsung memeluknya.

“Mac, Mas bawakan banyak oleh-oleh. Ada mainan, makanan, pakaian, souvenir untuk teman dan guru sekolahmu. Barang-barang lamamu kasih orang saja, ya.”

“Aku nggak mau kasih apa pun ke teman dan guru sekolahku. Aku hanya akan mengambil milikku,” ucap Mac datar.

“Kenapa Mas baru pulang wajah kamu malah muram? Apa terjadi sesuatu? Mana Olaf?” tanya Adi.

“Mac sedikit galau karena masalah sekolah, Mas Adi,” jawab Olaf yang datang setelah diberitahu pelayan.

“Kubawakan oleh-oleh juga buatmu. Kalau buatmu lebih banyak kubelikan baju, sih. Lucu-lucu, tapi tertutup dan tetap sopan.”

Olaf menatap kotak berisi oleh-oleh Adi. Selera Adi masalah fashion sangat bagus. Ia tak membawa satu pun pakaian jelek.

“Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini.”

“Sudahlah. Perempuan kan bajunya kurang terus.”

“Mas Adi, sebaiknya… kita putus.”

CTAAARRR!!!

Padahal hujan belum turun, tapi ia merasa petir besar baru saja menyambar.

“HAH?”

*

Lihat selengkapnya