Arah Pulang

tami ilmi
Chapter #13

Aku Tertarik, Kamu?

“Maksudnya apa? Dokter itu meminta kamu tinggal di apartemennya?!” Nilam melotot kaget tapi dia juga tidak menyangka Nicha terlihat begitu santai dengan hal yang baru dia dengar. 

“Sebentar, duduk dulu. Kamu tahu darimana?” Karina menarik Laras untuk duduk dan kemudian melihat ke arah Nicha lagi.

Nicha tersenyum mengerti jika ketika orang yang bersamanya saat ini sedang menunggu ceritanya lagi.

“Permisi.” Sebuah suara perlahan dari pelayan membuat keempat orang di ruangan itu terlihat sedikit santai. Menu yang mereka pesan datang dan di sajikan. Setelah pelayan keluar dari ruangan dan pintu kembali tertutup.

“Bukan di apartemennya, tapi di apartemennya yang lain. Aku tidak tinggal satu atap dengannya.” Nicha menjelaskan dengan perlahan. Ketiga sahabatnya menghela nafas lega.

“Memangnya berapa biaya rumah sakit? Jangan bilang kamu gak punya uang ya?” Nilam terlihat begitu serius bertanya dan menatap Nicha.

Karina masih duduk di sisi Nicha meski kali ini terlihat lebih santai.

“Cha, kita bertiga bantu melunasi dan juga cari tempat tinggal lain.” Laras terlihat serius dengan apa yang dia ucapkan.

“Iya, lebih baik kamu tinggal dekat dengan kita. Bagaimanapun kamu juga punya pekerjaan yang bagus. Dan juga, kenapa dokter itu terdengar aneh?” Nilam mengalihkan pandangannya pada Laras.

“Sebenarnya, tidak begitu aneh. Hanya saja terdengar begitu posesif.” Karina menyunggingkan senyum sambil menatap Nicha yang masih tidak mengerti dengan maksud Karina.

“Menurutku, itu karena dia suka dengan Nicha mungkin.” Laras menambahkan sebuah analisa yang membuat Nicha menggeleng dan tertawa sedikit.

Ketiga teman Nicha terkejut memperhatikan sikap aneh yang ditunjukkan sahabatnya itu.

Nicha menghentikan tawanya karena menyadari jika dia terlihat cukup aneh dan ketiga sahabatnya benar menatapnya tanpa senyum sedikitpun.

“Dia hanya sok jagoan dan sok menjadi dokter.” Nicha mengucapkan sebuah kalimat pedas. Ada senyum sinis samar di wajah manis Nicha.

“Kalau kamu sangat tidak menyukai Dokter itu, lantas kenapa menuruti apa yang dia mau?” Nilam terdengar curiga dengan pertanyaan yang baru dia ucapkan.

Laras menyesap sedikit minuman yang dipesankan Karina sambil memperhatikan kalimat yang hendak Nicha ucapkan.

“Ingin membalas.” Nicha terdengar mencari-cari alasan yang tidak masuk akal.

“Cha?” Nilam terlihat begitu curiga setelah kalimat yang baru saja diucapkan sahabatnya. Pandangannya tertuju pada seluruh wajah Nicha dan terlihat sangat ingin tahu.

Lihat selengkapnya