Arah Pulang

tami ilmi
Chapter #17

Memeriksa Apartemen Sebelah

“Age gap?” Yotha diam sendiri di ruangannya menatap kantong kertas berisi kopi dan kue yang ditinggalkan Nicha.

Laki-laki itu membetulkan kacamatanya dan menatap jam di layar ponselnya. Perempuan itu tidak menghubungi dirinya sejak sore mereka berpisah.

“Kamu bisa pulang untuk istirahat.” Maelee masuk dan tersenyum sedikit. Wajahnya sudah tidak bisa lagi dibilang santai. Lelah dan cukup kuyu, dia berjalan menuju ke salah satu tempat tidur untuk merebahkan diri.

“Besok, akan ada beberapa orang baru. Tolong beri mereka pengarahan yang baik.” Yotha sudah berdiri, melepas jas putih yang dia pakai dan kemudian meraih jaket yang ada di sana.

“Besok? Kamu tidak datang pagi?” Maellee bertanya masih sambil merebahkan diri di tempat tidur. Tidak ada jawaban, yang terdengar hanya suara pintu tertutup setelah Yotha keluar dari ruangan itu.

Udara dingin terasa karena angin bertiup cukup kencang. Gedung rumah sakit sudah cukup jauh di belakang dan Yotha masih berjalan cukup cepat untuk sampai ke apartemennya.

“Malam Dok.” Sebuah sapaan membuat Yotha tersenyum sedikit dan mengangguk. Satpam di bawah terlihat sedang hendak memulai kopi entah untuk yang ke berapa.

Yotha memeriksa jam di ponsel pintarnya, dan tidak ada pesan yang dia dapatkan dari Nicha ketika dia hendak naik menuju lantai apartemennya.

Laki-laki itu sampai di depan pintu apartemennya, sedikit melirik apartemen sebelah yang tidak terlihat ada pergerakan apapun. Ragu bergeser untuk mengetuk pintunya. Yotha kembali melangkah ke pintu apartemennya karena sudah pukul sepuluh malam. Sudah cukup larut.

Pintu apartemen miliknya sudah dia buka, dan dia sudah masuk perlahan. Kemudian keluar lagi. Berjalan cepat mengetuk pintu apartemen di sebelah tempat tinggalnya.

Nicha berdiri di sana membuka pintu. Perempuan itu menggenakan baju tidur terusan dengan panjang diatas lutut dipadu dengan cardigan berwarna hijau lembut.

“Um… Bisa aku periksa apakah semuanya sudah diperbaiki?” Yotha membenarkan kacamatanya untuk menutupi rasa gugup dengan apa yang dia lihat. Laki-laki tentu mudah sekali menyadari jika Nicha terlihat sangat cantik dengan apa yang dia kenakan saat ini.

Perempuan itu mundur, membiarkan Yotha masuk tanpa bicara sepatah katapun. Yotha memandang seluruh ruangan, masuk ke kamar mandi dan memeriksa keran cuci air serta saluran pembuangan airnya tentu saja.

Dia juga memeriksa jendela dan beberapa perabot yang mungkin saja masih berdebu. Tapi semuanya terlihat bersih dan normal.

“Apa kamu baru saja kembali dari rumah sakit?” Nicha terlihat menuju ke dapur kecil di dekat pintu masuk, sedangkan Yotha baru saja keluar dari memeriksa kamar mandi dan duduk di kursi meja makan dekat dapur.

Lihat selengkapnya