“Kamu tidak apa-apa?” Yotha terkejut melihat Nicha jatuh di lantai. Perempuan itu hanya diam tidak menjawab.
“Maaf aku, menerima telepon sebentar tadi.” Yotha langsung bicara ketika membantu Nicha duduk di bangku dekat toilet.
“Tidak apa, aku kurang hati-hati.” Nicha bersikap baik kali ini. Dia berusaha tenang supaya tidak ketahuan mencuri dengar meski sedikit.
“Masih mengantuk?” Yotha terlihat tersenyum sedikit menggoda perempuan yang duduk di sampingnya itu.
“Aku ajak kamu ke satu tempat besok saja kalau begitu.” Yotha terlihat menatap ke arah depan sambil bicara.
“Besok? Kamu kerja kan?” Nicha kali ini menatap Yotha dengan serius. Laki-laki itu menatap Nicha balik dan tersenyum.
“Aku ada banyak urusan, jadi aku cuti untuk beberapa lama.” Yotha terlihat bicara cukup santai.
“Tapi rumah sakit butuh kamu bukan?” Nicha langsung bicara karena dia mendengar sedikit perihal rumah sakit.
Yotha menatap serius sedang menduga kalimat Nicha akan membicarakan apa.
“Maksudku, kamu kan dokter yang sangat kompeten.” Nicha berhenti, dia menyadari kalimatnya membuat Yotha bangga dengan dirinya tentu saja.
“Maksudku, Nilam berpendapat begitu.” Yotha tertawa sedikit dan kemudian berdiri.
“Pulang saja, kamu masih butuh tidur hari ini.” Kali ini Yotha merasa senang dengan kalimat yang baru dia dengar. Dia menarik nafas lega setelah berdiri.
“Rewatch film tadi di OTT saja?” Nicha terlihat sudah bangkit dan berjalan lebih dulu dari Yotha.
“Paling juga tidur lagi?” Yotha mengejek Nicha dan mengikuti berjalan bersisian.
“Tapi besok kamu bisa bangun siang, menikmati cuti. Tidak ada salahnya kita nonton bareng beberapa film kan?” Nicha tidak menyadari apa yang baru saja dia ucapkan memiliki arti yang ambigu.
“Kamu ingin aku menginap?” Yotha bergumam sedikit pelan. Nicha ditengah riuhnya mall karena mereka hendak naik lift di lantai dua untuk menuju basement tidak jelas mendengarkan ucapan Yotha dan hanya mengangguk perlahan.
Yotha tersenyum dengan melihat Nicha mengangguk. Mereka segera sampai di basement dan masuk ke dalam mobil untuk berkendara ke apartemen.
“Sebaiknya malam ini kita tidur cepat, besok aku akan banyak kegiatan.” Yotha memulai pembicaraan ketika mobil sudah hampir setengah jalan menuju apartemen.
“Nonton series?” Kali ini Nicha terdengar meminta ditemani. Yotha tersenyum sedikit sambil masih mengemudi. Ada getar aneh yang dia rasakan mungkin karena dia menerima kalimat Nicha sebagai sebuah ajakan.