Di dalam dek, ada kartu-kartu yang tidak pernah menjadi pusat perhatian. Mereka bukan Ace yang bersinar, bukan Grand Cards yang memerintah. Tapi tanpa mereka, dek tidak akan lengkap. Tanpa mereka, perintah tidak akan sampai ke telinga yang tepat. Tanpa mereka, rahasia tidak akan terungkap.
Mereka adalah Jack.
Empat prajurit yang dipilih bukan karena darah atau kekuatan elemental. Mereka dipilih oleh para Archcards dan ditugaskan langsung oleh para Grand Cards untuk satu misi suci: mencari sisa-sisa segel kuno yang tersebar di seluruh penjuru dunia Cardian. Segel-segel yang konon diciptakan para Eternal di masa sebelum manusia. Segel-segel yang mengurung sesuatu. Sesuatu yang bahkan para Grand Cards tidak tahu apa. Mereka bukan prajurit biasa. Masing-masing membawa sesuatu yang membuat mereka layak berdiri di barisan terdepan.
***
Fritzy, Jack of Diamond. Perempuan muda dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi, tapi setiap langkahnya menancap di tanah seperti akar pohon raksasa. Rambutnya cokelat kemerahan, dikepang kasar ke belakang, dengan helai-helai kecil yang lepas di pelipis karena angin yang tidak pernah berhenti bertiup di dataran tinggi. Matanya berwarna hijau lumut—warna yang sama dengan hutan-hutan tua yang menyelimuti lereng Gunung Korrath.
Ia berasal dari desa kecil di kaki gunung tertinggi di wilayah Diamond. Tidak ada yang tahu bahwa desa itu menyimpan rahasia kuno: sebuah perpustakaan bawah tanah yang menyimpan gulungan sihir dunia—sihir yang sudah ada sebelum manusia pertama menghirup udara Cardian. Fritzy menemukannya ketika ia berusia dua belas tahun, tersesat di gua saat bermain. Sejak saat itu, ia diam-diam mempelajari gulungan-gulungan itu sendirian.
Ia belajar bagaimana membuat tanah bergerak. Bukan sekadar gempa atau retakan, melainkan bagaimana membuat bumi bernyanyi dan merespons panggilannya seperti sahabat lama. Ia bisa menumbuhkan pohon dari tanah gersang dalam hitungan detik. Ia bisa memanggil batu-batu untuk berdiri dan membentuk dinding di sekelilingnya. Ia bisa mendengar detak jantung dunia dari telapak kakinya.
Para Archcards menemukannya bukan karena sihirnya. Tapi karena suatu malam, ketika tanah di desanya retak akibat gempa, Fritzy berdiri di tengah retakan itu, meletakkan kedua telapak tangannya di tanah, dan bernyanyi. Tanah itu berhenti retak. Tanah itu menutup kembali. Seperti luka yang disembuhkan. Ketika para Archcards menawarinya menjadi Jack, ia tidak ragu.
"Aku sudah membaca tentang segel-segel itu di gulungan kakekku," katanya. "Aku ingin melihatnya sendiri."
Misi pertamanya datang dari Freylen Duskthorn sendiri. King of Diamond itu memanggilnya ke ruangannya, di mana meja besarnya dipenuhi peta-peta kuno yang pinggirannya sudah menguning.
"Ada segel-segel yang tersebar di bawah pegunungan selatan," kata Freylen, jarinya menunjuk ke titik-titik di peta yang tidak memiliki nama. "Aku bisa merasakannya di dalam tulang-tulang bumi. Mereka mulai melemah."
Fritzy menatap peta itu, dan tanah di bawah kakinya berbisik, mengonfirmasi apa yang dikatakan Freylen. "Aku akan menemukannya."
"Kau tahu apa yang dikurung di dalamnya?"
"Tidak." Fritzy menegakkan punggungnya. "Tapi tanah tahu. Dan tanah akan menuntunku."
Freylen memandangnya lama. Lalu mengangguk. "Hati-hati, Jack. Tanah bisa melindungi, tapi tanah juga bisa menelan."
Fritzy berangkat keesokan paginya, membawa tas kecil berisi bekal dan gulungan sihir dunia kesayangannya. Bumi berbisik di bawah kakinya, menuntun jalannya ke selatan.
***
Nolan, Jack of Heart. Laki-laki muda dengan wajah yang tenang dan tangan yang selalu hangat. Rambutnya pirang pucat, hampir putih, dipotong pendek dan rapi. Matanya berwarna biru laut dalam—biru yang sama dengan perairan di Kepulauan Heart di hari yang cerah. Tapi di balik ketenangan itu, ada sesuatu yang mengalir di nadinya. Sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak sepenuhnya mengerti.
Ia memiliki sihir penyembuh. Bukan sihir biasa yang bisa menutup luka kecil atau meredakan demam. Sihirnya adalah sihir alam tingkat dunia—sihir yang bisa memanggil kembali kehidupan ke tubuh yang hampir mati, yang bisa membuat air berubah menjadi obat, yang bisa membuat hujan turun di tanah yang sudah bertahun-tahun tidak mengenal air.
Para Archcards menemukannya di Kepulauan Heart, di sebuah desa nelayan yang hampir musnah karena wabah. Seluruh desa sekarat. Tapi Nolan—yang saat itu baru berusia tujuh belas tahun—berjalan dari rumah ke rumah, meletakkan tangannya di dahi orang-orang yang terbaring, dan satu per satu, mereka bangkit. Demamnya hilang. Batuknya reda. Mata yang tadinya kosong kembali berbinar. Ketika para Archcards menanyakan bagaimana ia melakukannya, Nolan hanya mengangkat bahu. "Aku hanya meminta air untuk membantu."
"Air mendengarmu?"
"Kadang-kadang." Ia tersenyum tipis. "Kalau aku sopan."
Mereka memberinya gelang dari kerang biru yang konon berasal dari lautan purba—lautan yang ada sebelum Cardian diciptakan. Ketika gelang itu menyentuh kulitnya, Nolan merasakan seluruh air di dunia berdetak seirama dengan jantungnya.
Misi pertamanya datang dari Reysha Velkaris dan Lumira Vaelthorn. King dan Queen of Heart memanggilnya ke istana terapung mereka, yang berdiri di atas punggung paus purba.
"Ada segel-segel kuno di dasar lautan," kata Reysha, mata peraknya menatap Nolan dengan gravitas yang membuat kebanyakan orang menunduk. Nolan tidak menunduk. "Air di sekitarnya mulai menghitam. Kami tidak tahu apa yang dikurung di dalamnya."
Lumira menambahkan, suaranya lebih hangat, "Aku punya adik-Shin, Ace of Clover. Jika sesuatu yang buruk terlepas, dia akan menjadi salah satu yang pertama menghadapinya." Ia berhenti sejenak. "Aku juga punya adik lain. Adik perempuan. Tapi dia tidak seberuntung Shin."