"Seharusnya mereka sudah melewati perbatasan hutan ini setengah jam yang lalu, apa yang terjadi pada mereka." Ucap maria berdiri di atas pohon yang sangat tinggi, angin menyapu wajahnya dan sedikit menggoyangkan kedua pedangnya disisi kiri dan kanan.
"Apa mereka istirahat terlebih dahulu? Aduh, aku tidak suka menunggu." ujar maria dengan wajah kesal.
Sebuah ledakan yang besar dari kejauhan, membuat Maria terkejut, dan mengingat surat dari Nico yang bertulisakn bahwa anaknya adalah seorang penyihir, mata Maria mulai menipit kearah ledakan di tangah hutan, "Apakah itu serangan anaknya Nico?" Gumam Maria.
Tak lama ada dua orang yang menghampiri maria dan ikut berdiri di dahan pohon dan mengatakan dengan kecurigaan yang sama, "Kemungkinan besar itu adalah anak pahlawan Nico, Maria."
"Ayo bergerak kesana secepat mungkin."
Maria dan dua pendekar pedang melesat seolah sedang membelah angin yang ada di sekitar mereka, "Tambah kecepatn kalian!" Teriak Maria. maria berlari dengan kecepatan penuh seolah sedang melayang di atas tanah.
Saat mereka bertiga sampai di tempat ledakan itu dan ingin melihat dari atas, dan maria membentangkan tangannya, memberikan isyarat untuk berhenti dan memperhatikan anak muda itu terlebih dahulu.
"Maria, anak itu dalam bahaya! dia melawan tiga Serigala kelas mythical."
"Aku tahu itu, tunggu sampai aku memberi aba-aba! aku ingin melihat daya sihir anak itu dengan mata kepalaku sendiri."
Mereka bertiga melihat Edwar yang sedang bersiap melawan tiga ekor serigala itu, semua terkejut melihat Edwar menggunakan sihir tanpa merapal dan menembus tubuh ketiga serigala itu dengan sihirnya, dan salah satu serigala itu melolong datang empat serigala lagi, dan Edwar mengangkat tangannya bola api yang sangat besar muncul seketika dan semakin membesar.
"Itu? Itu teknik Api tingkat tinggi, dan anak itu tidak merapal sedikitpun sihirnya?"
Maria tersenyum dan melihat kehebatan anak itu "Memang benar, anak itu yang kita tunggu." Ucap maria yang sudah memastiakan.
Bola api itu semakin membesar namun tiba-tiba menghilang, tubuh Edwar terhuyung ketanah "Semuanya turun dan bantu anak itu," semuanya mengambil posisi untuk melindungi Edwar dan kakek tua, Maria melirik ke arah Edwar yang berada di belakanya.
"Anak Nico memang hebat, Mengalahkan tiga ekor serigala dengan kelas mythical sendirian." ucapnya dengan senyuman bangga kearah Edwar yang pingsan.
"Semuanya mari berpesta!" Teriak tegas Maria.
Wajah mereka bertiga berubah menjadi sangat bahagia seolah ingin menyantap keempat serigala yang muncul itu. Kakek itu membawa Edwar yang sudah tak sadarkan diri untuk menjauh dari area pertarungan, dan kakek tua itu melihat kudanya dan menuntun Edwar ke arah kuda.