Arcane Nusaraya

Baggas Prakhaza
Chapter #11

Hari Pertama Masuk Akademi

"Hari pertama aku masuk ke akademi sihir Nusaraya, Aku disuruh menemui kepala akademi, suasana dari akademi ini sangat ramai, semua orang tidak melihatku dengan aneh, tidak sama dengan sekolah aku dulu, mereka seolah menganggap aku tidak ada, mungkin aku belum di kenal mereka saja, aku akan merubah diriku dan ini adalah langkah pertamaku, menuju lebih baik." Ujar ku dalam hati sembari melihat-lihat bangunan akademi Nusaraya.

Akademi Nusaraya memiliki tiga lantai, seperti bangunan kerajaan yang sangat megah dan kokoh, banyak murid yang berbincang di taman, bahkan ada yang latihan sihir juga, Edwar yang di tuntun oleh Maria menuju ruang kepala akademi dengan tubuh dua kali lipat tingginya dari aku.

"Bagaimana menurutmu akademi Nusaraya, Edwar?" Tanya Maria.

"Suasananya lumayan tenang, ya." Jawab Edwar sambil sedikit mengangkat kepalanya.

"Kamu bilang tenang? Padahal banyak siswa yang berisik loh." Ujar Maria yang menatap Edwar dan berpaling melihat kesekitar.

"Bagiku ini sangat tenang di bandingkan sekolah aku dulu, tidak ada tatapan yang membenciku dan tidak ada orang yangingin mencelakaiku." Ujarku dalam hati dan mulai tersenyum.

Sesampainya di ruangan kepala akademi, ruangan itu sangat besar dan di pojok ruangan bagian tengah ada meja yang terlihat rapi dan kursi yang membelakangi, "Oh... sudah datang ya." suara yang berat namun cukup tenang.

"Tuan Majin, saya membawa anak yang bernama Edwar." Ucap Maria sambil menundukkan kepala sedikit.

"Aku merasakan aura yang sangat pekat diri anak ini." Kursi itu berputar dan seseorang pria yang sudah mulai tua, memandangiku dengan tatapan tajam namun tidak meintimidasi sama sekali, ia tersenyum sedikit. "Kau yang bernama Edwar?" Tanya kepala akademi.

"Betul, Pak." Jawabku dengan wajah polos.

"Pak? hahaha..." Iya tertawa dan berdiri sambil berjalan ke arahku dengan tangan yang sedikit terbuka. "Panggil aku dengan 'Tuan'"

"Baik, Tuan."

"Aku sudah menerima surat dari ayahmu, Nico. Apakah kamu suka berpedang?" Tanyanya.

"Aku sedang mempelajari ilmu berpedang, Tuan."

"Apa kamu suka berpanah?"

"Jawabanku sama Tuan, Aku masih mempelajarinya.

"Apa kamu suka sihir?" tanyanya dengan nada lebih dalam.

"Saya sedang meningkatkan sihir dan masih mempelajarinya, Tuan."

Lihat selengkapnya