Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #55

Datura Delirium

Pertarungan berlanjut, saat itu Shafa mulai mempercepat gerakannya untuk mengimbangi gempuran Raktabija dan Mahishasura, sekaligus mulai meningkatkan panas yang terbentuk dari percikan senjatanya secara bertahap sebelum kemudian Shifa datang membantunya dengan pukulan, tendangan dan tebasan keras untuk melumpuhkan target. Namun untuk kesekian kalinya monster-monster itu bangkit lebih kuat dari sebelumnya sementara dari belakang Shumba menyerang mereka dengan tembakan energi dari mulutnya yang segera ditahan oleh Shifa dengan tameng miliknya.

"Mereka sangat sulit dibunuh, apa yang harus kita lakukan," ucap Shifa.

"Harusnya ada cara, eh monster itu kelihatan seperti kerbau, bagaimana kalau kita masak saja, mungkin bisa," ucap Shafa sambil menunjuk Mahishasura dengan pedangnya.

"Menarik, kurasa itu cara yang harus dicoba," ucap Shifa.

"Kita harus melunakkan dagingnya, menambahkan garam untuk menghancurkan selnya dan juga mungkin pakai minyak dan santan agar titik didihnya lebih tinggi," ucap Shafa.

"Hah!?, gimana maksudmu," tanya Shifa.

"Ah repot, kita masak jadi kalio," ucap Shafa.

"Owh begitu, baiklah, akan segera ku modifikasi elemen air milikku," sahut Shifa.

"Bagus, aku akan membuka serangan," sahut Shafa sebelum melesat maju.

Tepat setelah itu tembakan air segera meluncur dari tangan Shifa yang segera dipanaskan oleh Shafa yang terlihat seperti sedang menari dengan kedua pedangnya yang membara. Tak lama kemudian Shifa juga turut meluncur dan memberikan tendangan keras kewajah Mahishasura saat kemudian Sekar menyusul dengan menembakkan lempengan logam miliknya untuk membantu memerangkap panas. Dalam kekacauan itu Shifa mulai beradu serangan dengan Mahishasura saat kemudian dia memanggil tameng miliknya dan mulai mendominasi gerakan Mahishasura sambil terus meningkatkan kelembaban disana sebelum memfokuskannya dalam sebuah bola kecil yang segera dia lapisi dengan minyak lalu dari arah atas, sebuah pilar api menghantam bola tadi, merebus Mahishasura ditempat meski tak berhasil membunuh makhluk yang perlahan justru menjadi lebih buas lagi sehingga kemudian Sekar masuk dan mengurungnya dalam sebuah bola logam sambil menarik Shafa dan Shifa mundur bersamaan dengan dilepaskannya cahaya terang benderang oleh Zahra.

"Bagaimana cara membunuh makhluk-makhluk ini," ucap Zahra pada ketiga gadis yang baru kembali itu.

"Kenapa malah menarik kami Sekar, kami sedang berada diatas angin tadi," ucap Shifa.

"Hhh apalah katamu Shifa," sahut Zahra.

"Mutasi genetik mereka terlalu cepat untuk makhluk tak berakal, komposisi energi mereka juga tidak menunjukkan bahwa mereka melatih kemampuan itu, seperti ada yang sedang melakukan alterasi genetik pada mereka," ucap Sekar.

"Alterasi genetik ya, aku juga merasakan ada perubahan komposisi tubuh yang cukup dramatis, kurasa akan berbahaya kalau sampai mereka bisa selamat dari pertempuran ini," ucap Shafa sambil memasukkan mantra agneyastra ke pelurunya.

"Maksudku kita bisa saja memutus sinyal alterasi yang terjadi pada mereka dan membuat pertarungan lebih cepat," ucap Sekar.

Lihat selengkapnya