Pertarungan masih berlanjut, saat itu Sekar dan Rasha dengan cepat melaju untuk memburu Chanda yang terus-menerus mentransformasi medan tempur dengan manipulasi gravitasi miliknya meskipun dengan cepat Sekar bisa menargetkan kepalanya dan menembakkan beberapa misil balistik kearah musuhnya itu. Melihat ledakan dihadapannya Rasha segera tahu bahwa itulah target mereka, tanpa basa-basi dia mempercepat langkahnya, melompati bebatuan menuju Chanda yang sedang memulihkan kepalanya sebelum dengan cepat membuat pisau angin ditangannya dan mengurusnya menjadi dua. Tepat setelah itulah Rasha segera mencekik leher makhluk itu dan melemparkannya kearah Shafa sebelum menggunakan kakinya untuk mengunci bagian kaki Chanda dan dalam satu putaran meluncurkan bagian kaki itu kearah yang sama lalu tanpa adanya aba-aba, tembakan radioaktif mengarah pada Rasha yang berhasil merespon dan segera menghindar disaat Sekar terlihat melaju untuk menyerang makhluk yang menembakkan serangan tadi. Saat itu juga Rasha mengetahui bahwa yang menembakkan laser tadi adalah Dhumralochana namun belum sempat dia bergerak, Shifa tiba-tiba tersungkur tepat dihadapannya sebelum dia melihat ke sisi lain sesosok raksasa dengan tanduk kerbau berjalan kearah mereka sebelum dua raksasa yang lebih besar datang dari belakangnya.
"Heh, apa-apaan mereka, kenapa kelihatan lebih besar dari sebelumnya," tanya Rasha.
"Uugh, kau menyadarinya mbak, adaptasi mereka nampaknya memang segila itu, tiga yang ini memang juga lebih adaptif dari yang lain, yaaa kalau tidak menghitung Raktabija yang sedang dilawan Shafa sih, nah yang seperti kerbau itu Mahishasura, yang belakang disisi kiri itu Shumba dan yang di kanannya Nishumba," ucap Shifa sambil memperbaiki posisi tulang-tulangnya.
"Ini lebih rumit dari yang kubayangkan," pikir Rasha sebelum berjalan menghampiri Mahishasura.
Tak lama beberapa tembakan laser melesat dari arah Dhumralochana yang sekaligus dijadikan tanda pembuka serangannya terhadap Mahishasura. Adu tinju pun terjadi dilanjutkan dengan kaki Rasha yang mulai memberikan tendangan cepat saat kemudian puluhan bom ditembakkan oleh Nishumba dan disaat itulah tembakan dari Zahra menghantam tubuh Nishumba saat Rasha dan Mahishasura menghindari serangannya dengan melesat keudara.
Ditengah ganasnya pertempuran itu Rasha menyaksikan dengan jelas Shafa yang kian liar namun fokusnya segera teralihkan saat Shumba melayangkan gadanya tepat ke kepalanya yang untungnya sempat dia tahan dengan tinjunya meski tetap membuatnya terpental kebelakang. Dalam keadaan itu Rasha segera bangkit dan memberikan beberapa tebasan angin kearah Shumba namun dari belakang Mahishasura menyerang meski sempat ditahan oleh Shifa. Melihat kesempatan itulah Rasha melepaskan beberapa tinju angin yang segera mendorong Shumba menjauh darinya sementara dirinya memanfaatkan tolakan dari tinjunya untuk berbalik kebelakang dan mendarat di kepala Mahishasura lalu segera dipegangnya kedua tanduk Mahishasura yang kemudian segera dia patahkan dan selanjutnya segera dia tusuk kedua mata Mahishasura untuk kemudian dia banting menuju Nishumba yang sedari tadi menembakkan ribuan proyektil.
Belum sempat Rasha beristirahat, sebuah goncangan dia rasakan dari kakinya saat kemudian hawa panas menusuk kulitnya saat Dhumralochana bergerak dengan kecepatan penuh kearahnya dan Shifa. Keduanya segera paham bahwa monster yang mendekati mereka adalah salah satu dari target yang pertama kali ingin mereka jatuhkan dan dengan segera Rasha membuka serangan dengan menebas Dhumralochana dengan angin sebelum Shifa melaju untuk mendorongnya tepat saat makhluk itu berusaha memulihkan diri.
Sementara itu ditempat Damar dan Rafi bertarung.
"Hmm aku nampaknya tidak perlu melepaskan dharmasena, mereka nampaknya juga tak berniat mengeluarkan tentara mereka," pikir Damar dihadapan Rafi yang terluka parah.
"Grrrh, bagaimana cara mengalahkan orang ini sebenarnya, kekuatan fisiknya tidak masuk akal," pikir Rafi sembari mengangkat kembali persenjataannya dan mengobarkannya dengan nyala apinya dan maju menyerang.
"Ini terlalu menyedihkan, kurasa Nareshwara juga bisa salah perhitungan, tujuh monster itu sudah cukup merepotkan dan dia masih mengirimku kemari dan juga masih membekali diriku dengan dharmasena, pertobatan macam apa yang dia inginkan untuk Prajnaparamita, apa dia ingin menghabisi Nareshwari dalam pertarungan ini," pikir Damar sembari menghalau serangan demi serangan Rafi.
...