Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #62

Umapati

"Om Shri Vaishnave cha Vidmahe Vasudevaya Dhimahi.

Tanno Vishnuh Prachodayat.

Shantakaram Bhujagashayanam Padmanabham Suresham.

Vishvadharam Gaganasadrisham Meghavarnam Shubhangam.

Lakshmikantam Kamalanayanam Yogibhirdhyanagamyam.

Vande Vishnum Bhavabhayaharam Sarvalokaikanatham.

Om Namo Narayanayah."

Rangkaian mantra terucap dari mulut Damar saat semilir bau tak sedap mengalir bersama angin memasuki hidung Rafi yang terkapar diatas medan laga.

"Huh!?, mantra itu, bukannya itu untuk memanggil Dharmasena, aku salah dengar atau bagaimana, apa yang daritadi aku lawan itu Narayana, tidak mungkin, orang ini tidaklah sekuat itu, dia pasti meminta boon Dharmasena akshauhini pada Narayana. Hhh beraninya orang ini menggunakan berkah dari Narayana untuk hal keji seperti ini, tak akan kumaafkan," gerutu Rafi sembari perlahan bangkit dan merapalkan mantranya sebelum akhirnya bau anyir merasuk ke hidungnya.

"Huh!?, bau ini!?, dia salah rapal atau bagaimana, tak salah lagi, ini tentara pribadi Nataraja, ini bau Kalasena, mati aku, bagaimana caranya selamat dari Kalasena," pikir Rafi yang mematung saat tangannya membentuk mudra tepat saat Damar melepaskan Dharmasena kearahnya.

Disaat genting itulah Rio masuk dan melepaskan badai untuk menggulung tentara musuh sembari melepaskan tentaranya sendiri, Akashasena. Lalu tanpa adanya peringatan, Rafa menariknya mundur.

"Jangan diam dek, kau ini kenapa," bentak Rafa.

"Mas Rafa!!?, hhh kau mencium atau tidak bau ini, ini bau tentara Kalasena tapi tadi kudengar orang itu merapal mantra untuk memanggil Dharmasena, apa maksudnya," tanya Rafi yang masih kebingungan.

"Hhhh, memang itu yang kita hadapi dek, ah udahlah aku akan bawa kau ke Sridevi dulu," sahut Rafa seraya terbang mundur menyeret Rafi kearah Shifa.

Saat itu juga cahaya memancar dari tubuh Damar saat Dharmasena turun dari langit, menghujani medan tempur dengan anak panah sementara Kalasena bergerak maju mengepung seluruh arena dan memenuhinya dengan suara tawa serta denting senjata.

"Ahh, ini tidak terlalu berlebihan kah Alim," pikir Shifa saat menyaksikan gunungan pasukan merambat kearah mereka dan Rafa tiba menenteng Rafi yang penuh luka.

"Tolong Sridevi, sembuhkan adikku, aku akan mencoba menghadang pasukan musuh," ucap Rafa sambil meletakkan Rafi sebelum akhirnya mulai membentuk mudra dan merapalkan mantra untuk memanggil tentaranya.

Sementara itu disisi lain pertempuran Shafa terdiam menyaksikan Kalasena bergerak kearahnya. Hari itu dalam wujud liar Mahakali sekalipun Shafa tetap merasakan ketakutan, mengingat setiap kejadian yang menimpanya diakhir perang Hari-Hara.

Lihat selengkapnya