Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #65

Kembang Melati

"Aku harus menang."

Pekik suara berkobar dihati Shafa saat dirinya perlahan bangkit, mengangkat kembali senjatanya dan memulihkan dirinya dari luka. Belum sempat dia berdiri Raktabija beserta puluhan kloningannya sudah berada disekelilingnya, untungnya Rasha sempat menyelamatkannya dan Shifa dari belakang segera membantu memulihkan tubuhnya. Disaat yang bersamaan Sekar dan Zahra juga sampai ke sisi Shafa, membantu sahabat mereka memulihkan diri dan menolong Rasha menahan tentara Raktabija namun karena kedatangan mereka itulah Shumba dan Nishumba bisa kembali masuk dan mengacaukan arena tepat saat Salsa membentuk dua golem batu untuk menahan kedua raksasa itu.

"Hmm, lukamu cukup serius juga Prajnaparamita," ucap Salsa begitu mendarat.

"Tenang saja, itu takkan membunuhku," sahut Shafa seraya bersiap.

"Lawan kita memang cukup menyusahkan, modifikasi genetik mereka sangat cerdas," sahut Shifa.

"Ini cukup sesuai dengan ekspektasiku pada Nataraja," ucap Shafa.

"Bagaimana kau begitu yakin ini rencananya," ucap Sekar.

"Hmm aku barusan berbicara dengannya," sahut Shafa sebelum melesat maju.

"Begitu ya, pantas saja mereka sangat sulit ditaklukkan," gumam Zahra seraya melepaskan lebih banyak laser cahaya.

Disaat yang bersamaan Shifa juga turut bergerak mengimbangi kecepatan Shafa sembari perlahan mulai menyuntikkan kalakuta pada tentara Raktabija dengan jemarinya. Tepat setelah itulah Shafa segera menyambut dengan menebas mereka menggunakan kalaratri yang menyala, membakar habis tiap tetesan darah Raktabija sementara dari arah belakang Rasha melemparkan satu persatu tentara Raktabija kearah Shafa dan Shifa saat Salsa mengubah kontur arena agar pasukan musuh susah berdiri. Disaat yang sama dari atas tentara kalasena turun menyerbu, untung saja Rafa sempat memayungi mereka dengan api biru miliknya dan Rafi yang terbang cepat di angkasa dengan pedang menyala, membabat kalasena dengan pedang apinya yang membara.

"Belajarlah untuk bersikap adikku, kalau kau memang akan menjadi ratu kami semua maka akan banyak ujian yang akan datang padamu dan orang yang melindungi dirimu itulah yang juga akan menjadi ancaman terbesar bagimu. Cobalah pahami dia lebih baik lagi, kami takkan lagi bisa melindungimu dari murkanya. Buat hatinya tenang karena Dunia berada dalam kepemimpinannya. Wahai adikku, Prajnaparamita Shafa, saat engkau kembali ke puncak Kailash, memandangi Dunia dari dalam Suralaya aku ingin engkau memandangi umat manusia yang merestui keberadaanmu maka terangi kami dengan cahaya senyummu yang akan melembutkan kasih sayang Shangkara pada kami," ucap Rafa seraya menyerahkan sesuatu pada Shafa.

Disaat itu Shafa hanya memandangi sang kakak itu sembari menerima pemberiannya dan begitu cahaya pemberian Rafa memasuki raga adiknya itulah Shafa kembali pulih dan menyalakan kembali kobaran matanya, memanifestasikan kembali avatar miliknya yang merekah dari jiwanya, menjulang lebih tinggi dari pegunungan dan menatap Shumba dan Nishumba tepat ke relung jiwa mereka. Dengan wujud kolosal miliknya itulah Shafa mengeluarkan sepasang pistol dan mulai membombardir musuhnya dengan bola api raksasa sebelum perlahan menggerakkan avatar berlengan sepuluhnya itu seraya memperbesar pedang berantai kembarnya dan mengayunkannya dengan cepat untuk membabat pasukan musuh sembari terus merangsek maju, membawa trisula ditangannya sementara piringan chakra terbang memenggal puluhan Raktabija dan membakar pijakan kaki dari avatar miliknya itu. Saat itu juga Raktabija kembali merasa tertantang dan mulai menyatukan berjuta-juta tubuhnya menjadi satu dan mulai tergelak kegirangan saat tubuhnya mulai tumbuh mengimbangi avatar Shafa dan mulai beradu serangan dengan wujud penuh Durga. Dalam ekstasi penuh itu Raktabija mulai kembali membelah dirinya dan balik memojokkan Shafa namun dari arah yang tidak dia duga Rasha menghantam perut salah satu wujudnya hingga terhempas jauh lalu dalam sekejap mata dari dalam tanah pilar-pilar batu bara mencuat menancap kemasing-masing tubuh Raktabija. Sayangnya bukannya menghabisi Raktabija hal itu justru membuat semakin banyak Raktabija yang muncul, memenuhi medan laga dengan wujudnya yang segera memburu para dewi. Saat itu jugalah awan gelap menyelimuti medan laga saat Shafa menoleh keatas menyaksikan Rio berdiri diatas angin melepaskan hujan deras dan sambaran guntur yang menyala-nyala.

"Nampaknya kalian butuh bantuan," ucap Rio sambil menyeringai tipis.

"Hehehe, dasar adik kurang ajar, kau bisa-bisanya kau menyambarku dengan guntur," ucap Rasha.

"Maaf mbak, gak kelihatan dari atas sini. Oiya Shafa, makhluk yang terus membelah ini cukup berisik, mereka mengganggu pertarunganku, bisakah kau bakar mereka kawan," ucap Rio sembari melepaskan hujan minyak tanah.

Saat itu jugalah Salsa segera menarik Shifa, Sekar, Zahra dan Rasha kearahnya sebelum membuat kubah berlian untuk mereka dan membiarkan rintik minyak mengenai Shafa dan membuat medan laga menyala dalam kobaran api yajna yang mulai memasak Raktabija.

Lihat selengkapnya