Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #69

Apasmara Sloka

"Jadi bagaimana ibunda, apakah engkau tertarik dengan ekosistem mini ini," ucap Yusuf sambil menjelaskan isi bingkisan yang dibawanya.

"Hmm lucu juga, kukira ini hanya terarium biasa, apa ini benar-benar tak perlu diberi makan, bagaimana kalau binatangnya mati," ucap Rani.

"Memang begitu konsepnya ibunda, daur ulang nutrisi yang cepat, karena itu biasanya untuk membuat ekosistem mini kita menggunakan serangga karena daur hidup mereka yang cepat," jelas Yusuf.

"Menarik, nampaknya anak-anakku suka, apa kau bisa membuat yang seperti ini lagi dengan binatang lain," ucap Rani.

"Aku masih mencoba banyak kombinasinya bunda, tapi untuk yang kecil begini baru bisa serangga," ucap Yusuf.

"Eeeh siapa sangka hadiah itu akan sangat berguna," gumam Alim.

"Kurasa itu juga karena adik Shafa tertarik, untung saja," ucap Lintang.

"Hehehe, kita harusnya membawa lebih banyak properti belajar, aku baru ingat mereka sudah sekolah," pikir Steve sambil bermain dengan adik-adik Shafa.

"Hufff, setidaknya dengan begitu semuanya jadi lebih mudah," ucap Alim sebelum ikut bermain.

"Eh mas, kenapa tiba-tiba gelap," ucap adik lelaki Shafa.

"Gak tau, kenapa ya, mungkin mendung," ucap Steve.

"Ooo mak, anak ini memang tidak tau kapan harus muncul," gumam Alim saat melihat barisan pushpaka vimana menuju kearah rumah itu.

Saat itu baris demi baris pushpaka vimana melayang tepat diatas pegunungan tempat Prajnaparamita tinggal dan perlahan terbukalah pintu vimana itu satu demi satu dan saat itu juga gema suara gong terdengar diikuti rima genderang dan jutaan shivagana berbondong-bondong turun dengan riang gembira dan membuat penduduk disana terdiam.

"Kau tidak mau turun sekarang Ihsan," tanya Shafa.

" Eeee aku belum siap, kau berangkatlah dulu," ucap Ihsan.

"Aku akan menunggu, ayah, engkau turunlah dulu," sahut Shafa.

"Bergegaslah, ibumu menunggu," ucap Akhmad sebelum berpaling menuju gerbang vimana diikuti oleh Rafa dan Rafi.

Lihat selengkapnya