Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #71

Linglung

Surya mulai naik dan akhirnya perayaan usai dan para shivagana mulai berkemas dan kembali menuju vimana mereka masing-masing. Saat itu juga Ihsan mengemasi barangnya untuk kembali menuju keratonnya.

"Mas Ihsan, bawalah ini," ucap Shafa sambil memberikan sekotak nasi.

"Baiklah, makasih Shafa," ucap Ihsan sebelum kemudian bersalaman dengan keluarga barunya.

"Hati-hati le," ucap Akhmad.

"Iya bapak," sahut Ihsan sebelum akhirnya berpaling menuju vimananya.

"Cak, apa yang harus ku persiapkan ya untuk menikah," tanya Ihsan.

"Entah, ah aku coba bantu lah, kita hubungi Prajapati dulu biar bisa bantu," ucap Alim.

"Apa urusan Prajapati dengan pernikahan," sahut Ihsan.

"Dia Sundara Cakravarthy Ihsan, dia juga mengurus tatacara pernikahan, eee istrinya sih yang lebih fokus kesana," ucap Alim.

"Kenapa pulak dia harus mengurus pernikahanku, kayak aku orang penting aja," ucap Ihsan seraya menaiki vimananya.

"Ya, kau memang orang penting Maheshwara," ucap Alim dengan heran sembari menaiki vimana yang sama.

"Eeeh, iya juga, tapi gak perlu semewah itu kan sampai harus diurus pusat," ucap Ihsan.

"Pie karepe cah iki," gumam Alim.

"Justru itu akan mempermudah urusannya Ihsan, dengan mengurus pernikahanmu dia bisa memberikan contoh tatacara yang baik," sahut Yusuf.

"Ooh begitu ya, baiklah," ucap Ihsan.

"Udahlah Ihsan, kau jangan sungkan disini, kita juga hanya menjalankan tugas saja," ucap Steve.

"Eh kalau begitu, kau yang pertama menikah diantara kita Ihsan, bukannya kau yang paling muda ya," ucap Lintang.

"Emang yang paling siap dia juga," ucap Steve.

"Kita juga harusnya udah siap Steve," ucap Lintang.

"Kalau gitu lamar aja mas," sahut Yusuf.

"Hmm, aku belum yakin, masih ada yang harus kusiapkan. Apapun itu, selamat ya Ihsan," sahut Lintang.

"Terimakasih mas. Kalian segeralah menyusul, udah ada calon juga kan," ucap Ihsan.

"Iya kami menyusul, sekarang kita bertugas dulu, kitab pedoman belajarnya sudah kau baca Ihsan," tanya Steve.

"Sudah kok mas, eee kayaknya mewajibkan murid-murid belajar di asrama itu terlalu berlebihan," ucap Ihsan.

"Biar fokus," sahut Steve.

"Iya, kita perbaiki fasilitas asrama, bukan memaksa mereka tinggal," sahut Ihsan.

"Menarik, okelah aku revisi," sahut Steve.

Lihat selengkapnya