Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #73

Vivaha Sutra

Sorot sinar rembulan menerobos masuk ke taman Kailash dan meraba wajah Ihsan yang tersenyum lembut dihadapan para abdinya.

"Wahai Prabhu, izinkan kami memberitahukan berita baik ini pada seluruh penjuru Dunia," ucap Andre.

"Silahkan, tapi jangan semua, sebagian saja pak Andre, sisanya tetap disini untuk mengurus yang lain, Dunia harus tetap bergerak," ucap Ihsan.

"Sendiko dhawuh Prabhu," ucap Andre yang segera membentuk tim dan langsung menuju ruangan pemberitaan.

"Sepuluh hari ya, kau memang tak menginginkan pesta besar nampaknya Prabhu," ucap Gifar dalam wujud aslinya.

"Kalau itu aku tidak tau, coba bicarakan pada pak Anas, mau diselenggarakan seperti apa pernikahanku nanti tapi kukira melakukannya di pendopo istana saja sudah cukup Sundara Cakravarthy," ucap Ihsan.

"Cobalah untuk lebih menghargai calon istri dan keluarga barumu Prabhu, apakah layak pernikahanmu dilakukan tanpa memberikan berkah pada sebanyak mungkin orang," tanya istri Gifar yang berada disebelah sang Prajapati.

"Maafkan saya Prasuti, tapi hanya itu waktu yang bisa saya sempatkan untuk mengurus pernikahan," ucap Ihsan.

"Padahal Narayana sudah menyanggupi untuk menggantikan peranmu hari itu," ucap istri Gifar.

"Tak ada yang bisa menggantikan Prabhu wahai Prasuti Devi," sahut Anas dari belakang.

"Engkau masih belum paham rupanya Nandipati, ini pernikahan Maheshwara yang mungkin takkan terulang untuk kedua kalinya dan kalaupun ada lagi inilah yang pertama, Prabhu yang engkau hormati itu akan menerima belahan jiwanya, inilah Maha Vivaha yang akan dikenang sepanjang masa," ucap istri Gifar.

"Jangan naikkan nadamu Feni," ucap Gifar pelan.

"Aduh mak, kenak dah ego mereka, apalah," pikir Ihsan saat menyaksikan wajah geram Anas.

"Baiklah kalau begitu maumu Prasuti, kami akan pastikan Dunia akan menyaksikan gemerlap Suralaya dihari itu, sepuluh hari lagi engkau akan menyaksikan penduduk satyaloka dan penduduk patala makan dalam satu meja, seluruh Ishvara akan menampakkan dirinya, para devata dan ashura akan bergandengan tangan, sepuluh hari lagi kau akan menyaksikan kailash penuh dengan bau makanan hangat dan bunga-bunga, lalu setiap orang yang datang akan meminum amrita," ucap Anas.

"Hadeeeh kenak pancing pulak, kau cuma merepotkan dirimu saja pak Anas, nanti sakit loh," ucap Ihsan.

"Tak apa Prabhu, ini pernikahanmu dengan Nareshwari yang kami tunggu, jangan engkau buat hatimu susah karena ini, inilah keinginan kami," ucap Anas.

"Karepmu lah pak Anas, tetap jaga komunikasi dengan Prasuti, dia koordinator kalian sekarang, aku mau istirahat dulu," ucap Ihsan sebelum akhirnya berjalan pergi.

"Baik Prabhu," ucap Anas dan seluruh shivagana yang berada disana.

Lihat selengkapnya