Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #77

My Precious One

"Huhuhu, kenapa mereka tidak jadi bersama," keluh Shafa sambil menyeruput wedang jahenya.

"Hu um, kacian, kan tinggal berangkat loh," sahut Shifa sembari mengudap jipang jagung.

"Padahal ini kali kedua aku menonton tapi melihat cinta Jaka dan Erma terpisah karena hujan memang menguras air mata, kenapa Jaka gak menerjang saja sih hujan itu, grrrhh," ucap Sekar.

"Iyaa, gak bisa agak berkorban dikit gitu," ucap perempuan lain yang juga duduk disana.

"Eeeh kayaknya memang bukan hujannya tapi dia memang merasa kurang pantas," sahut Alan yang juga ada disana.

"Hhh apalah, sok tau kau mas, lha wong udah saling suka, tinggal diperjuangkan bersama, kok malah diam," ucap perempuan itu.

"Iyadah, maaf Nel," sahut Alan pada perempuan itu.

"Apasih, inikan cuma film, kenapa pulak bisa ketemu, bukannya Prajnaparamita harusnya sedang bersiap dengan pernikahannya," pikir Alan.

"Shafa, bukannya pernikahanmu sudah tinggal menghitung hari, kenapa ada disini, ibu kemarin juga ikut menyiapkan dirimu toh," tanya Alan.

"Iya, lagi jalan-jalan aja," ucap Shafa.

"Ooh benar juga, ahh hadiahnya nggak kubawa pula," ucap Nel.

"Kan memang gak sengaja bertemu mbak, terimakasih loh kemarin datang," ucap Shafa.

"Diajak ibu Rina aku hehehe, katanya biar bisa bersiap juga," ucap Nel.

"Oh ya, rencananya kapan kalian," ucap Shafa.

"Kayaknya lebaran haji deh, iya kan mas," ucap Nel.

"Iya, persiapannya harus lebih matang lagi," ucap Alan.

"Masih lama ya, baguslah bisa bersiap," ucap Shafa.

"Iya juga, kenapa kau kayaknya buru-buru sekali Shafa," tanya Shifa.

"Kangmas bilang sulit cari libur, jadi dipercepat saja, kan kamu juga bulan depan toh," ucap Shafa.

"Iya, itu benar, tapi persiapannya kan juga sudah sejak lama," ucap Shifa.

"Iya juga sih, aneh ya," ucap Shafa.

"Nggak juga, kan kalian juga sudah dekat sebelum perang, harusnya kalau cuma untuk melangsungkan upacara pernikahannya akan cukup waktu segini, Yusuf dan aku juga belum menyiapkan pesta, hhh anak aneh itu pasti lagi modif motor lagi," ucap Sekar.

"Oiya, memangnya kapan rencananya," tanya Shafa.

"Empat bulan lagi," sahut Sekar.

"Umm do'akan sajalah, mau gimanapun aku harus siap," ucap Shafa.

"Iya, eh sekarang sudah mau malam, kalian belum mau pulang," ucap Nel.

"Heeeh!!!, iya juga!!!, sudah sore, gimana ini Shifa," ucap Shafa.

"Aduuuh, lupa pulak, kau kabari dulu lah," ucap Shifa.

Lihat selengkapnya