Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #78

Prasaad

"Prabhu, Gusti Jagadeshwara badhe dhawuh," ucap Anas pada Ihsan.

"Iya pak, terimakasih, silahkan dilanjutkan urusannya. Oi cak, kau tau kalau kau tak perlu izin untuk bertemu denganku, masuk aja," ucap Ihsan.

"Baik Prabhu," ucap Anas.

"Iya," sahut Ihsan.

"Hanya mencoba mengikuti protokol saja Ihsan. Assalamu'alaikum," sahut Alim begitu masuk.

"Waalaikumsalam, wes lungguho, wedange opo enak e cak," ucap Ihsan.

"Susu jahe enak koyok e," sahut Alim.

"Oke," sahut Ihsan sebelum berjalan kedapur.

Tak lama Ihsan kembali dengan dua gelas berisi susu jahe dan beberapa potong telo bakar.

"Lhoo, ada ginian juga, enak ki," ucap Alim.

"Enak toh, pagi-pagi telo bakar, susu jahe, top. Jadi gimana, kau ada laporan apa cak," sahut Ihsan.

"Sebenarnya tak banyak hal yang ingin kulaporkan, semua urusanku kebetulan lancar, hanya mungkin ada banyak orang yang mengusulkan hari pernikahanmu dijadikan hari libur sedunia," ucap Alim.

"Kalau perusahaan milik personal atau grup sebenarnya keputusan masing-masing tapi untuk instansi resmi gak bisa, apa urgensi mereka libur dihari pernikahanku, memangnya ada hari raya atau apa, khusus sekolah kalaupun itu milik personal tidak boleh mencantumkan hari pernikahanku sebagai libur, apalah agenda-agenda aneh ini, libur nasional kek, merayakan hari bumi, hari pohon, hari panen, apa lagi, gak jelas semua, libur dilakukan apabila ada alasan yang masuk akal, seperti turun salju, awal musim semi untuk menghindari alergi, pertengahan musim panas, libur puasa dan libur hari raya, sisanya libur hari minggu saja, toh ibadah jum'at juga hanya memakan waktu sedikit, kalau hari kerja dipadatkan malah akan sulit produktif, jam produktif manusia itu dari shubuh sampai dzuhur, dzuhur sampai ashar untuk kegiatan santai, ashar sampai maghrib untuk mengurus keperluan rumah, maghrib sampai isya untuk merenung dan menyiapkan hari esok lalu isya sampai shubuh untuk istirahat," ucap Ihsan.

"Kan gak semua harus mematuhi jam itu Ihsan, kau contohnya," ucap Alim.

"Iya, gak semua, tapi setidaknya untuk sekolah dan kantor bisa mulai menerapkan itu, kita memang kasus khusus karena yang kerjakan itu amanah dari banyak orang," ucap Ihsan.

"Cukup bisa dipahami, oiya bagaimana persiapanmu untuk seminggu kedepan," tanya Alim.

"Aku masih melatih ulang atmasenaku agar aku bisa menikah tanpa harus meninggalkan tugasku dan masih dalam keadaan prima," ucap Ihsan.

"Mendorong atmasena lebih banyak dan menjaga keadaan tubuh agar tetap fit itu agak sulit, apa kau tidak merasa kau terlalu memaksakan keadaanmu," ucap Alim.

"Aku sudah perbaiki pola makan, kerja, latihan dan istirahat, sekarang aku sudah lumayan lebih sehat daripada dahulu, seharusnya kalau untuk meningkatkan kuantitas atmasena saja bukan masalah," ucap Ihsan.

"Ya, aku bisa lihat, kondisimu memang jauh lebih baik daripada dulu," ucap Alim.

"Kau disini sampai kapan cak," tanya Ihsan.

"Seusai ibadah dzuhur aku pulang," ucap Alim.

"Oke, kau mau menemaniku sebentar gak cak," tanya Ihsan.

"Ngapain," tanya Alim.

"Ada sesuatu yang harus kukerjakan," ucap Ihsan.

...

Tak lama setelah itu, seusai menghabiskan susu jahe dan telo bakar, Ihsan dan Alim keluar sebentar menaiki vimana kecil kesebuah tempat. Begitu mereka berdua turun, seperti biasa mereka menyapa sebentar warga disekitar sebelum akhirnya menuju tempat tujuan mereka.

"Ada apa sampai kau mengajakku ke dermaga penangkapan hasil laut ini," tanya Alim.

Lihat selengkapnya