Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #87

Setya Ananda Shakti

"Mas!?," ucap Shafa dibawah sinar rembulan.

"Iya," sahut Ihsan sembari mengemasi barang-barang Shafa.

"Besok purnama ya," ucap Shafa.

"Iya," sahut Ihsan.

"Semuanya sedang berangkat ke Suralaya mas Ihsan, purnama ini kita juga berangkat kesana dan aku mungkin takkan pulang kemari lagi, tempatku pulang sudah berbeda nanti," ucap Shafa.

"Iya," sahut Ihsan sembari merapikan koper-koper berisi barang Shafa.

"Mas, aku tidak merasa bisa memenuhi harapan banyak orang padaku, kau yakin aku layak untuk pesta sebesar ini," tanya Shafa.

"Shafa, harapan seseorang yang perlu engkau penuhi dalam pernikahan ini hanya harapanku bukan harapan orang lain dan dengan apa yang aku lihat selama ini engkau adalah orang yang paling bisa kupercaya untuk menenangkan hidupku," ucap Ihsan.

"Memangnya apa harapanmu padaku," tanya Shafa.

"Aku hanya ingin kita bisa menghadapi semua ujian kita nanti bersama-sama, ah itu berat ya hahaha," ucap Ihsan.

"Tentu, tapi aku tidak merasa aku yang paling layak untukmu, aku hanya cantik saja, bahkan jika kecantikan yang kumiliki takkan pudar tapi tetap saja engkau mungkin akan bosan, bagaimana kalau nanti aku tak sekuat itu untuk mengurus rumah, bagaimana kalau nanti aku tak cukup bijak untuk mengajari anak-anak, bagaimana kalau nanti aku tak bisa mengatur rezeki untuk rumah kita, bagaimana kalau nanti aku tak sanggup menghiburmu dikala engkau susah, bagaimana kalau nanti aku tak mampu mendengarkan nasehatmu, sebenarnya apa yang bisa kulakukan sehingga aku meyakinkanmu agar menikahiku besok," ucap Shafa yang mulai terlihat sedih.

"Dia memikirkan sejauh itu!?, kalau begitu aku juga bingung harus menjawab apa, itu bukan pertanyaan yang bisa kujawab juga kan," pikir Ihsan sembari mendekat dan menempatkan kepala Shafa ke dadanya.

"Mas?," ucap Shafa.

"Iya," sahut Ihsan.

"Mampukah aku jadi ratumu, ibunda semesta," ucap Shafa.

"Itu bukanlah hakku untuk menjawab, tapi asalkan engkau mengusahakan yang terbaik aku yakin engkau akan bisa, kalaupun tidak aku tau engkau akan jadi istri yang setia padaku dan ibu yang mulia untuk anak-anak kita, mungkin fokus kesitu dulu, itu saja yang menjadi amanahmu setelah menikah tapi apabila nanti engkau mau memberi lebih aku akan menghargainya, jangan engkau paksakan dirimu, tolong tetap pikirkan kebahagiaanmu, aku tak tau apakah Tuhan akan memaafkan diriku kalau engkau sampai harus tersiksa demi mengabdikan diri sebagai istriku sedangkan nanti aku mungkin juga bukan suami yang sempurna untukmu," ucap Ihsan.

"Kalau engkau sempurna Ihsan, kalau saja engkau sempurna, engkau takkan meminang diriku, dasar aneh, aku tau itu. Sedari kita kecil engkau memang unik, seorang anak laki-laki yang berusaha menerka Dunia dan mengusahakan yang terbaik untuk bisa memberikan manfaat dengan tangannya dan kini engkaulah Maheshwara, yang aku khawatirkan bukan hanya perkataan orang-orang," sahut Shafa.


...

"Kau baik-baik saja mas," tanya Shafa kecil.

"Waaa, terimakasih," sahut Ihsan kecil yang menangis sambil turun dari pohon.

Lihat selengkapnya