Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #91

Nidrasana

Malam semakin gelap dan tatapan Ihsan dan Shafa masih bertaut saat perlahan mereka melepaskan pelukan mereka.

"Kau mau melihat rumahmu Tya," tanya Ihsan.

"Ayo," ucap Shafa dengan riang.

"Cak, kami mau istirahat dulu, tolong awasi pestanya, koordinasikan sama pak Anas dan pak Andre ya," ucap Ihsan.

"Aman bolo, gas wae," sahut Alim sembari menyiapkan pagelaran wayang.

"Baiklah, semua sudah diatasi, ayo kita kerumah dulu, aku sudah agak lelah," ucap Ihsan sembari menggendong Shafa.

"Uhmm, oke," sahut Shafa sedikit kaget.

"Pegangan," ucap Ihsan sebelum berlari turun kerumahnya.

Saat itu Shafa hanya bisa berpegangan kepada Ihsan yang berlari menuruni Kailash dengan riang melewati tamu-tamu yang memberikan salam padanya sebelum mereka lanjut menuju pesta. Beberapa batuan dilewati Ihsan sebelum akhirnya dia mencapai sebuah taman kecil yang terlihat rapi dimana akhirnya Ihsan menurunkan Shafa.

"Ah sudah sampai, ayo masuk, oh hai cemol, galang, lolo," ucap Ihsan sembari menyapa kucing-kucing disana.

"Eeeh ini kucing-kucingmu, lucunya, kau beri makan apa mereka," ucap Shafa.

"Mereka biasanya berburu tapi kalau tiga ini sering menemaniku makan," ucap Ihsan.

"Ooh, jadi ini penjaga kecil rumah kita, hmm kalian yang menjaga suamiku selama ini, anak baik," ucap Shafa sembari mencoba menggendong salah satu kucing itu meski mereka justru menjauh darinya menuju Ihsan.

"Aaaah, kenapa mereka menjauh," gerutu Shafa.

"Mereka kan belum mengenalmu, sabar sedikit, eh ayo masuk," ucap Ihsan sebelum menggandeng lagi tangan Shafa menuju rumahnya.

"Baik mas," sahut Shafa sembari mengikuti Ihsan menuju sebuah rumah.

Tak lama Ihsan dan Shafa bersama ketiga kucing tadi sampai didepan sebuah gerbang kayu yang segera Ihsan dorong dan begitu masuk terlihat seekor lembu nandi dan ular vasuki dalam wujud seukuran binatang normal berdiam menjaga taman rumah Ihsan dari ancaman. Perlahan tangan Ihsan akhirnya mengusap kepala mereka sebelum akhirnya dia membuka pintu rumahnya dan tepat didepan mereka seekor kerapu bakar tersaji diatas nampan penghangat beserta sebakul nasi, secobek sambal, semangkuk lalapan dan sepiring irisan buah-buahan beserta sambal rujak disampingnya.

"Makanlah dulu," ucap Ihsan sembari membawa alat makan dan menyalakan lampu.

Lihat selengkapnya