Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #96

Atmagarbha

"Ada keperluan apa kalian datang kemari, Irham, Kurnia, Ardian," tanya Ihsan pada ketiga pria dihadapannya.

"Kami hanya ingin menjual barang untukmu Prabhu," sahut pria bernama Irham sambil menyerahkan sebuah kertas dan juga buah-buahan.

"Apa ini mas Irham," tanya Ihsan.

"Laporan pendapatan Mahavana," ucap Irham.

"Hmm 90% dari hasil hutan ya, apa tidak merusak ekosistem darat kalau begini," tanya Ihsan.

"Program konservasi kami sudah mulai menunjukkan hasil Prabhu, kalau anda perhatikan ada upaya khusus untuk pembiakan burung, kelelawar dan monyet, ini akan menjadi katalis untuk penyebaran benih hutan dan akhirnya seperti sekarang ini, banyak sekali hutan yang secara alami tumbuh dan rata-rata berisi tanaman berbuah yang bisa menjadi konsumsi manusia juga, hasilnya ekonomi kami surplus hanya dengan hasil alam," ucap Irham.

"Wah bagus, lantas apa yang menjadi permasalahan anda sampai harus kemari," ucap Ihsan.

"Kami hanya ingin pelatihan militer intensif untuk mengurangi kejadian tak mengenakkan saat pengiriman serta untuk membasmi beberapa masalah yang menggerogoti penjualan kami," ucap Irham.

"Baiklah, saya akan segera informasikan pada Kartikeya, itu saja laporanmu pak," ucap Ihsan sambil memakan buah yang diberikan Irham.

"Benar Prabhu, lanjutkan Kurnia," ucap Irham.

"Izin melapor Prabhu," ucap pria bernama Kurnia sembari menyerahkan sebuah buku catatan.

"Efisiensi anggaran yang kau berikan selalu bisa memukau diriku pak Kurnia, jadi engkau memohon untuk pembinaan agrikultur ya," ucap Ihsan.

"Benar Prabhu, selama ini kami terus defisit produksi pangan sehingga ada impor yang harus dilakukan," ucap Kurnia.

"Ah begitu ya, aku coba koordinasikan dengan Kalkeya, untuk sementara kamu coba tanam ini dulu," ucap Ihsan seraya memberikan sekantung benih kentang dan sekantung benih tomat.

"Kentang dan tomat!?, bukannya ini tidak terlalu produktif Prabhu," tanya Kurnia.

"Iya, tapi mengingat pola aktivitas warga Martapura yang kayaknya memang lebih memilih untuk hidup mandiri dirumah masing-masing, kentang dan tomat bisa dengan mudah dibudidayakan di halaman rumah menggunakan pot, bahkan jika halamannya kecil, mungkin pilihanku kurang tepat, nanti diskusikan lagi dengan Kalkeya ya, ini untuk menahan beberapa permasalahan produksi di masing-masing rumah saja, nanti kalau sudah bisa menanam padi dan gandum seharusnya kalian sudah bisa mandiri pangan, untuk sementara fokus untuk produksi rumahan saja," ucap Ihsan.

"Baik Prabhu," sahut Kurnia.

"Oke sekarang tinggal dirimu pak Ardian, sebenarnya aku heran kenapa kalian bertiga datang bersama lagi tapi yasudahlah," ucap Ihsan.

"Sebenarnya kalau kualitas hidup tidak ada masalah Prabhu, saya lebih khawatir dengan demografi warga saya cenderung stagnan," ucap pria bernama Ardian.

Lihat selengkapnya