Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #98

Amung Sliramu

Mentari mulai cerah disebuah tempat dimana tiga orang lelaki melihat sebuah vimana perlahan turun dihadapan mereka.

"Kurasa devasena tahun ini akan menjadi acara terakhir yang ku selenggarakan, kurasa kalian sudah bisa menggantikan peranku sebagai Ishvara Satyabala," ucap pria yang berada ditengah.

"Tapi ayah, kami belum selayak dirimu," ucap lelaki disamping kanannya.

"Kata siapa, kalian sudah mulai bisa menjalankan tugas kenegaraan lebih baik dari orang tua ini, relasi kalian juga sudah mulai luas, kita akan segera lakukan pemilihan dan setelah itu bukan diriku lagi yang akan menjawab panggilan Maheshwara, nanti entah kalian atau siapapun yang akan menggantikan diriku semoga bisa membuat negeri ini lebih baik lagi," ucap pria ditengah itu seraya menyaksikan Ihsan perlahan keluar bersama Shafa dan juga beberapa gana miliknya.

"Yow, Edward, pak Peter, Charles," sapa Ihsan sambil menyalami ketiga orang itu.

"Hai Prabhu," ucap pria dikanan yang bernama Edward.

"Ah, gimana persiapan devasena tahun ini tuan Peter," tanya Ihsan.

"Edward yang mendesain devasena tahun ini, katanya mau mengulang konsep devasena saat anda berkompetisi," ucap pria ditengah yang bernama Peter.

"Owh, itu menarik," sahut Ihsan.

"Seperti tahun kita berkompetisi ya, tapi bukannya devasena tahun itu agak kacau," sahut Shafa pelan.

"Setya, rencana mereka sudah bagus kok, kamu tidak bisa menghitung serbuan itu sebagai bagian dari devasena, mereka tentunya tidak merencanakan itu," ucap Ihsan.

"Oooh begitu ya," sahut Shafa.

"Ya, hmm kalau untuk mobilisasi dan konsumsi peserta bagaimana," tanya Ihsan.

"Itu bagian saya Prabhu, saya akan gunakan acara ini untuk promosi hidangan daerah dari negeri kami, nanti juga akan disediakan outlet jajanan dan suvenir, untuk mobilisasi kami juga sudah siapkan sekitar 1000 saubha vimana untuk perjalanan peserta dan pendamping, rombongan tamu akan naik saubha vimana komersil yang juga sudah kami siagakan untuk hari itu, rute perjalanannya sudah kami atur bersama Caraka Chakravarthy," ucap pria lain yang bernama Charles.

"Wesss, satset, baguslah mas, eh gimana arenanya," ucap Ihsan.

"Mungkin kita bisa sekalian berkeliling saja," ucap Edward sembari mengajak mereka menaiki kendaraan terbuka.

"Oke, oh iya Setya, kamu mau istirahat dulu?," ucap Ihsan.

"Aku ikut saja mas," sahut Shafa.

"Baiklah, diatas kendaraan saja ya," ucap Ihsan yang diikuti anggukan kecil Shafa.

"Mau kemana dulu kita," tanya Edward.

"Arena penyisihan dulu," ucap Ihsan.

"Hmm kebetulan aku juga ingin menunjukkan arema babak penyisihan pada kalian," sahut Edward seraya mulai menjalankan vimana kecil itu menuju sebuah wilayah terisolir.

"Hooh mas, tempat apa ini," ucap Shafa.

"Kan kamu sudah kutawari untuk istirahat tadi, hh yasudah, ini pakailah," ucap Ihsan seraya mengeluarkan sebuah jaket dan memakaikannya pada Shafa.

"Maaf mas, aku juga mau lihat," ucap Shafa.

Lihat selengkapnya