Ardanareshwar

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #99

Selawase

"Setya," panggil Ihsan sembari menghampiri istrinya yang sedang duduk diam dibawah cahaya rembulan.

"Nggih kangmas," sahut Shafa pelan.

"Maaf ya, tadi pagi aku terlalu kasar padamu," ucap Ihsan.

"Tidak apa-apa mas, aku juga yang salah," sahut Shafa.

"Urusanku sudah selesai tadi, besok mau kemana," ucap Ihsan.

"Kita pulang saja mungkin mas," ucap Shafa pelan.

"Baiklah, hmm apa kamu mau dekorasi rumah besok," tanya Ihsan.

"Boleh, aku akan kabari orang-orang dirumah," ucap Shafa.

"Kabari mereka untuk berlibur, kita dekorasi rumah berdua saja," ucap Ihsan seraya menggenggam tangan Shafa.

"Hah!?, gimana mas!?," tanya Shafa.

"Kan aku masih terhitung tugas diluar besok, bolehlah berduaan sebentar dengan istriku yang cantik," ucap Ihsan seraya mengelus pipi Shafa.

"Kau bisa saja mas," ucap Shafa yang mulai memerah mukanya.

"Yasudah, kita istirahat dulu hari ini, besok pagi aku pastikan dulu beberapa hal lalu kita pulang," ucap Ihsan.

"Nggih mas," sahut Shafa.

...

Keesokan harinya Ihsan dan Shafa sudah berada di lapangan terbang tepat bersamaan dengan burung-burung yang mulai beterbangan mencari makan. Disaat itu juga Ihsan mulai memakaikan jaket pada istrinya itu dan mulai menuntunnya menuju vimana.

"Kami pulang dulu ya," ucap Ihsan pada orang-orang disana.

"Hati-hati dijalan Prabhu, jaga Nyai baik-baik," ucap Edward.

"Iya, terimakasih do'anya mas," ucap Ihsan seraya merangkul Shafa semakin erat saat pintu vimana perlahan tertutup.

...

Matahari mulai tergelincir dan saat itu Ihsan dan Shafa sudah berada didepan gerbang rumah mereka dan membukanya bersama sebelum perlahan mereka berjalan kearah pintu rumah dan meletakkan barang-barang mereka.

"Ini mas, makan dulu," ucap Shafa sembari membawakan beberapa potong buah dan dua cangkir kopi.

"Memangnya kamu boleh minum kopi," tanya Ihsan.

"Eh, oiya, kan gak boleh, hmm kamu mau minum dua cangkir kan," tanya Shafa.

"Hmmmh, iyadah, koiso lali ki lho Setya," ucap Ihsan sembari mulai menyeruput kopinya.

"Maaf mas, hehehe, agak lupa," sahut Shafa seraya kembali dengan segelas jeruk nipis hangat untuk dirinya minum.

"Yaaa namanya lupa, yaweslah aku mau membersihkan taman dulu," ucap Ihsan sembari bergegas keluar membawa sebuah gunting taman.

"Ikut mas," seru Shafa seraya berlari menuju Ihsan.

"Eh eh jangan lari sayang," ucap Ihsan sambil menangkap tubuh Shafa.

"Hihi, aku ngapain mas," tanya Shafa digendongan Ihsan.

Lihat selengkapnya