Arjuna (Menata Mimpi, Menjalani Takdir)

Puspa Artheria
Chapter #14

Pertolongan Zahra

Seperti biasa, materi diberikan dari awal. Kemudian, dibuatkan contoh soal dengan jawabannya. Setelah itu, memberi kesempatan pada mereka. Siapa yang berani menjawab soal ke depan. Yang bisa menjawab dengan benar akan mendapatkan apresiasi, voucher makan gratis di kantin. Mereka tampak senang mendengar itu. 


“Saya mau coba menjawab, Pak,” ucap Aldo.


“Silakan, Al ke depan,” jawabku. 


Lelaki yang tidak pernah melepaskan kaca mata itu, selalu berani mencoba untuk menjawab soal. Sepuluh menit Aldo berdiri di depan untuk mengerjakan soal. Mahasiswa bukan tipe menyerah begitu saja. Akhirnya, tantangan itu berhasil dikerjakan oleh Aldo. Dengan rumus yang dicontohkan tadi. 


Setelah mengecek hasil jawaban dari Aldo. Bravo! Ia berhasil menjawab soal dengan baik. 


“Selamat, ya, Al. Jawaban kamu benar.”


“Wah, seriusan ini, Pak. Asyik dapat makan gratis dong?”


“Iya, nanti kamu bilang ke kantin. Saya yang bayarin.”


“Siap, Pak. Terima kasih banyak. Semoga rezekinya lancar dan berkah.”


Aku mengaminkan doa yang tulus dari Aldo. Ia termasuk pemuda rajin dan berani mencoba.


Usai memberikan materi, ada soal latihan yang harus mereka kerjakan. Aku meminta agar diselesaikan di rumah dan menyuruh kembali mengulang materi yang tadi. Kalau mengerti rumus, pasti bisa menjawab.


Setelah infocus dimatikan. Aku duduk sebentar sambil merapikan buku. Lalu, melihat Zahra yang sedang berjalan ke arahku. 


“Ada yang perlu aku bantu, Pak?”


Aku mengerutkan dahi, biasanya kalau ada tugas selalu meminta bantuannya. Kali ini tidak ada. Yang sedang aku butuhkan sekarang adalah solusi untuk memulihkan akun. Kemudian aku menyuruh Zahra untuk menunggu sebentar. Barangkali ia bisa membantuku untuk mencarikan orang. 


“Begini Zahra, saya mau cerita sama kamu tentang kejadian kemarin. Waktu bertemu di rumah Nenek, saya belum sempat menceritakan. Sebenarnya, saya sedang mencari orang yang bisa memulihkan akun akibat terkena hack.”


“Sini aku bantu, Pak.”


“Seriusan kamu bisa, Zahra?”


“Boleh aku lihat laptopnya dulu.”


Aku mempersilakan Zahra untuk mengecek laptop. Kemudian jemari lentiknya itu mulai bergerak lincah di atas keyboard. Aku terus memperhatikan cara ia mengecek akun. 


“Sudah selesai, Pak.”


Hebat, ternyata Zahra punya keahlian bisa memperbaiki akun. Jangan-jangan… hacker juga?


Lihat selengkapnya