Blurb
Menyandang nama Arkan Ar Rimbai—yang bermakna pilar yang kokoh dan rimba yang rindang—hidup Arkan justru terjebak dalam bayang-bayang keraguan dan kegagalan masa lalu. Ketika bengkel warisan keluarganya di ambang kebangkrutan, ia terpaksa menghadapi kenyataan terpahit: ketakutannya sendiri.
Melalui lembaran jurnal peninggalan sang ayah, Arkan memulai perjalanan panjang refleksi diri. Ia belajar bahwa menjadi versi terbaik bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan keberanian untuk merangkul kegagalan, merubah pola pikir (growth mindset), dan bangkit dengan integritas.
Di tengah intrik bisnis dan tekanan hidup, Arkan harus membuktikan apakah ia mampu menjelma menjadi fondasi yang kokoh bagi keluarganya dan keteduhan bagi sesama.
Sebuah novel tentang waktu, luka masa lalu, dan metamorfosis jiwa yang menginspirasi.