Blurb
Raka Satria, 17 tahun, tidak pernah merasa benar-benar cocok di mana pun. Bukan karena hidupnya buruk, tapi karena selalu ada sesuatu yang terasa kurang, seperti ada bagian dari dirinya yang belum ketemu.
Sampai suatu malam ia menemukan sebuah video misterius di YouTube. Channel tanpa nama, tanpa foto profil, dengan satu video yang ditonton oleh satu orang saja: dirinya sendiri. Pesannya sederhana tapi berat. Mitologi-mitologi dunia sedang sekarat, bukan karena orang tidak percaya lagi, tapi karena algoritma internet secara perlahan dan sistematis membuat cerita-cerita itu tidak bisa ditemukan. Dan ada seseorang, atau sesuatu, yang sengaja mengendalikan itu semua.
Dua puluh empat jam kemudian, Raka berdiri di depan sebuah toko buku tua di gang sempit Kota Tua Jakarta, dan hidupnya tidak pernah sama lagi setelahnya.
Di dalam Arkhana, sebuah tempat yang ada di antara dunia manusia dan dunia cerita, Raka bertemu empat orang yang sama-sama dipanggil. Nyx dari Athena, gadis yang bisa melihat puluhan kemungkinan sekaligus tapi memilih untuk tidak merasakan apapun karena pernah melihat apa yang terjadi ketika emosi tidak terkontrol. Danu dari Yogyakarta, yang menyimpan kekuatan besar di dalam dirinya tapi sudah tujuh tahun menolak menggunakannya karena satu malam yang tidak bisa ia lupakan. Amara dari London, yang baru menyadari bahwa seluruh hidupnya mungkin sudah direncanakan oleh seseorang tanpa pernah ada yang meminta izinnya. Dan Signe dari Reykjavik, yang sudah lupa seperti apa wajah aslinya sendiri.
Mereka berlima punya satu kesamaan: darah dari garis mitologi yang memberikan mereka kemampuan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika biasa. Dan mereka adalah satu-satunya yang bisa menghentikan kepunahan cerita-cerita yang hampir tidak ada yang tahu masih eksis.
Musuh mereka bukan monster. Bukan penjahat yang ingin berkuasa. Musuh mereka adalah Lethe, entitas tertua yang pernah ada, yang tidak ingin menghancurkan dunia. Ia hanya menderita. Dan cara satu-satunya yang ia tahu untuk mengakhiri penderitaan itu adalah memastikan semua orang merasakan hal yang sama sepertinya: dilupakan.
Tapi Raka punya kemampuan yang bahkan Arkhana sendiri belum pernah melihat sebelumnya. Kemampuan yang bisa membuka jalan menuju Lethe, sekaligus mengambil bayaran yang paling berharga yang ia miliki. Setiap kali ia menggunakannya, ia kehilangan sedikit ingatan tentang dirinya sendiri. Bukan hafalan pelajaran, bukan nama jalan. Tapi bagian kecil dari siapa ia sebenarnya.
Pertanyaannya bukan apakah mereka bisa menyelamatkan cerita-cerita yang hampir hilang itu.
Pertanyaannya adalah, ketika semuanya selesai, apakah Raka masih ingat siapa dirinya?