Arkhana

Amila Fitriati Mardhatillah
Chapter #15

#15 Alētheia

Hermes yang pertama duduk di kursi kosong di ujung meja, dengan ekspresi yang tidak bisa Raka baca sepenuhnya. Mbak Sari mengikuti duduk di sebelahnya.

"Itu pertama kalinya Lethe berbicara ke seluruh Arkhana secara langsung," kata Hermes akhirnya. "Bukan lewat frekuensi pasif atau sinyal tidak langsung. Langsung."

"Karena Raka," kata Nyx. Bukan tuduhan, hanya observasi.

"Karena percakapan di Ainu membuka sesuatu, dan Raka yang memulai koneksi itu. Lethe yang memutuskan untuk memperluas." ujar Hermes menerangkan.

"Apa artinya untuk misi-misi selanjutnya?" tanya Amara.

Hermes memikirkan itu sebentar. "Lethe mulai memperhatikan apa yang kalian lakukan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya ia memperhatikan sebagai sesuatu yang ingin ia hentikan atau setidaknya tidak ia pedulikan. Sekarang..." Ia berhenti. "Saya tidak yakin. Tapi pertanyaan tadi, kenapa kalian menyalakan ruangan-ruangan itu, itu bukan pertanyaan dari seseorang yang mau menghentikan kalian. Itu pertanyaan dari seseorang yang penasaran."

"Penasaran itu lebih baik dari bermusuhan," kata Signe.

"Jauh lebih baik," setuju Hermes.

Raka masih duduk diam dengan frekuensi percakapan tadi masih terasa di dadanya. Satu kalimat yang terus ada di kepalanya.

Tidak ada yang pernah mau mendengarkan.

Ribuan tahun. Lethe sudah ribuan tahun eksis tanpa satu pun yang mau mendengarkan ceritanya. Bukan karena tidak ada yang tahu ia ada. Tapi karena semua yang tahu ia ada datang dengan rencana untuk menghentikannya, bukan dengan keinginan untuk mengerti.

"Hermes," kata Raka.

"Ya?"

"Kamu bilang Lethe bukan selalu seperti ini. Bahwa sebelum ia menjadi kelupaan, ia adalah sesuatu yang lain."Kamu tahu lebih banyak tentang itu?" tanya Raka. Hermes diam cukup lama sebelum menjawab.

"Sedikit, ini sudah lama sekali dan ada sedikit ingatan tentang Lethe di memori saya." Ia menatap meja di depannya. "Yang saya tahu sebelum Lethe menjadi apa yang ia sekarang, ia disebut Alētheia. Dalam bahasa Yunani kuno, kata itu biasanya diterjemahkan sebagai kebenaran. Tapi terjemahan yang lebih dekat dengan artinya yang sebenarnya adalah sesuatu yang tidak tersembunyi, atau sesuatu yang muncul ke permukaan."

Lihat selengkapnya